Buljum 2016.4.29: Ajaibnya Doa

Sebagai manusia, tentu kita sering menghadapi berbagai macam permasalahan di dalam hidup kita. Bahkan mungkin pernah suatu permasalahan terasa amatlah besar, sampai-sampai kita merasa bahwa kita tidak punya daya dan upaya lagi untuk keluar darinya. Saudara-saudariku, jika kita mengalami hal seperti ini, ingatlah, sesungguhnya kita masih bisa membuka pintu langit dengan doa-doa kita. Ingatlah, sesungguhnya kita masih memiliki Rabb yang Maha Mampu untuk mengabulkan doa-doa kita tersebut. Lanjut baca

Buljum 2016.4.22: Siapkah Kita Menyambut Ramadhan?

Tak terasa kita telah memasuki pertengahan bulan Rajab. Tinggal satu setengah bulan tersisa sebelum kita bertemu dengan bulan yang sama-sama kita rindukan, Bulan Ramadhan. Pertanyaan besar pada diri kita masing-masing, sudah seberapa jauhkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan bulan mulia ini? Atau jangan-jangan kita termasuk segolongan umat yang tak sadar akan semakin dekatnya bulan ini? Lanjut baca

Buljum 2016.4.15: Menggapai Ridha Allah

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang yang beriman mengharapkan ridha Allah. Bagaimana cara menggapai ridha Allah? Bagaimana mengetahui Allah ridha pada kita? Maka perhatikanlah keridhaan kita kepada Allah!

رَضِيَ اللَّهُ عَنهُم وَرَضوا عَنهُ ُ

Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. [QS. Al-Bayyinah: 8]

Lanjut baca

Buljum 2016.4.8: Pelajaran dari Mu’adz bin Jabal

Pada suatu hari di masa-masa akhir kehidupan Rasulullah ﷺ, beliau ﷺ berbicara dengan seorang pemuda yang hendak dikirim ke Yaman untuk menyebarkan dakwah islam. Dialog tersebut adalah mengenai salah satu dasar dalam penentuan tingkatan hukum islam yang berdasarkan pada Kitabullah Al-Quran, Sunnah Rasul dan Ijtihad Ulama Salafush-Shalih. Pemuda tersebut ialah Mu’adz Bin Jabal.

Lanjut baca

Buljum 2016.4.1: Pasangan yang Membawa Keberuntungan Pernikahan

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك

“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, kau) termasuk orang yang merugi.” [HR. Bukhari 5/1958]

Lanjut baca

Buljum 2016.3.25: Masuk Islamnya Bangsa Turk

“Demi Allah, sesungguhnya perkara yang kalian tidak sukai ini adalah perkara yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur di medan perang di jalan Allah ). Kita itu tidak berjuang karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”  – Abdullah bin Rawahah di Perang Mu’tah, ketika Pasukan Muslim berhadapan dengan Pasukan Romawi yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Lanjut baca

Buljum 2016.3.18: Identitas Seorang Muslim

Apakah bedanya seorang muslim dengan manusia lainnya? Seorang manusia mendefinisikan dirinya dengan ras, kebangsaan, sebuah identitas yang seorang manusia dapatkan ketika dia lahir dan melekat hingga ajalnya. Seperti orang Jepang yang mendapatkan “identitas”-nya karena dilahirkan oleh orang tua yang berdarah Jepang atau seperti orang Amerika Serikat yang mendapatkan “identitas”-nya karena ia dilahirkan di dalam wilayah Negeri Paman Sam. Di sisi lain, seorang muslim mendefinisikan dirinya dengan sebuah jalan hidup yang telah ia pilih, yaitu Islam.

Lanjut baca

Buljum 2016.3.11: Mungkin Itu Lebih Baik Bagi Kita

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْ‌هٌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تَكْرَ‌هُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ‌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ‌ لَّكُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS. Al-Baqarah: 216] Lanjut baca

Buljum 2016.2.26: Islam, Cinta Tanah Air dan Nasionalisme

Secara umum, nasionalisme dapat diartikan sebagai suatu semangat kebersamaan yang didominasi karena adanya kesamaan latar belakang geografis dan budaya. Konsep nasionalisme muncul di negara-negara barat sekitar abad ke-18 sebagai respon atas kebutuhan identitas sebuah negara, khususnya sebagai sebuah kesatuan geografis yang mencakup wilayah-wilayah tertentu Lanjut baca