Buljum 2015.9.11: Meraih Kesuksesan

Sukses!!! Meraih kesuksesan adalah keinginan setiap manusia, dan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraihnya. Namun hanya sedikit (kurang dari 5% -menurut para motivator) yang meraih kesuksesan, sisanya menemui kegagalan atau hanya menggapai setengah kesuksesan, yang dirasa sudah cukup memuaskan bagi pelakunya. Pertanyan yang muncul berikutnya adalah, mengapa ada orang yang sukses, setengah sukses ataupun gagal. Lantas, apa itu kesuksesan, dan apa yang dibutuhkan untuk meraihnya?

Masing-masing orang memiliki definisinya sendiri tentang sukses. Seseorang pelajar atau ilmuwan mungkin mendefinisikan sukses, jika lulus tepat waktu, publikasi banyak, atau target publikasi di jurnal ilmiah Nature atau Science setiap tahun, atau mendapatkan posisi bagus di institusi yang mapan dengan penghasilan yang besar. Intinya, sebagian besar definisi kesuksesan adalah hal-hal yang berkaitan erat dengan materi.

Orang-orang sukses memiliki jalan cerita yang hampir sama. Mereka memiliki definisi sukses yang telah matang, memiliki tujuan yang hendak dicapai dan niatan yang kuat untuk menggapainya. Mereka mengetahui secara terperinci, apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan untuk menjadi sukses. Mereka juga menyadari tantangan yang harus dihadapi dan memahami cara untuk menaklukannya. Tempaan hidup membuat mereka menjadi lebih kuat dan berkualitas serta meningkatkan kemungkinan untuk meraih sukses. Tidak ada kesuksesan via jalan tol atau rumus cepat untuk meraih sukses.

Namun apa sih arti sukses yang sebenarnya? Sebagai seorang Muslim, yang telah dibanggakan oleh Allah ﷻ sebagai umat terbaik, semestinya kita mengetahui definisi sukses yang hakiki. Allah ﷻ telah menegaskan dalam Kitab-Nya:

لَقَد أَنزَلنا إِلَيكُم كِتابًا فيهِ ذِكرُكُم ۖ أَفَلا تَعقِلونَ

Sesungguhnya telah kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang didalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaninya?” [QS. Al-Anbiyaa’ : 10]

Rupanya manual book, buku petunjuk kehidupan, untuk meraih kesuksesan, mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat sudah ada di dekat kita, bahkan sudah ada sejak jauh sebelum kita dilahirkan. Mungkin sudah kita lihat, baca dan dengarkan setiap hari, bahkan sekarang sudah bisa berada didalam genggaman kita (via smartphone). Namun anehnya, kita masih mencari-cari makna kesuksesan di tempat lain, dan enggan melirik yang dekat dengan kita.

Mungkin ada baiknya kita renungkan firman Allah berikut, supaya kita mampu me-reset ulang tujuan hidup kita dan meraih kesuksesan yang hakiki.

كُلُّ نَفسٍ ذائِقَةُ المَوتِ ۗ وَإِنَّما تُوَفَّونَ أُجورَكُم يَومَ القِيامَةِ ۖ فَمَن زُحزِحَ عَنِ النّارِ وَأُدخِلَ الجَنَّةَ فَقَد فازَ ۗ وَمَا الحَياةُ الدُّنيا إِلّا مَتاعُ الغُرورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” [QS. Ali Imran : 185].

Visi untuk meraih kesuksesan, hendaknya tidak hanya sampai di level dunia saja, namun harus sampai ke akhirat. Jika seorang Muslim menempatkan akhirat sebagai tujuan hidupnya, insya Allah dunia akan mengikutinya. Jika kita bermaksud membeli akhirat, insya Allah dunia akan menjadi bonusnya.

Back to topic; Sukses. Ada beberapa hal yang dapat membuat kita meraih kesuksesan, diantaranya:

  1. Niat. Ini adalah syarat yang paling mendasar. Imam Nawawi dalam salah satu karya fenomenalnya, Hadits Arba’in, menempatkan bab tentang niat dalam urutan pertama. Niat merupakan syarat layak atau diterimanya suatu amal perbuatan. Penting untuk meniatkan langkah-langkah yang ditempuh untuk meraih kesuksesan, dilandasi atas dasar ibadah.
  2. Memiliki definisi dan pemahaman yang matang mengenai kesuksesan, serta tujuan yang hendak dicapai. Buat road map, susun master plan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan lakukan evaluasi secara berkala. Ikuti model2 PDCA (plan-do-cek-aksi) jika perlu.
  3. Lakukan perubahan mulai sekarang, jangan ditunda-tunda. Seperti formula 3M yang dipopulerkan AA Gym: Mulai dari diri sendiri; Mulai dari yang kecil; dan Mulai dari sekarang.
  4. Selalu belajar, tidak menyalahkan keadaan atau menunggu durian runtuh. Sukses itu adalah saat pertemuan antara keberuntungan dengan persiapan. Kita tidak mengetahui kapan akan mendapatkan keberuntungan. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. Dengan melakukan persiapan yang terbaik, setidaknya 50% jalan menuju kesuksesan telah kita kantongi, dan 50% lainnya serahkan kepada Alla
  5. Berdoa, sabar dan tawakal. Senjata terbaik yang dimiliki oleh umat Islam adalah doa. Kita sudah melakukan usaha yang terbaik untuk meraih apa yang dicita-citakan. Halangan dan rintangan tidak menyiutkan nyali untuk melangkah menuju arah yang telah ditetapkan. Sisanya serahkan kepada yang punya dunia dan isinya, yaitu Allah ﷻ. Dengan pasrah terhadap ketetapan Allah, kita tidak akan kehilangan motivasi untuk tetap berusaha meraih kemuliaan. Jikapun belum menemui keberhasilan, setidaknya kerja-kerja kita diniatkan untuk ibadah. Akan tetapi jika meraih kesuksesan, kita tidak akan menjadi besar kepala, karena mengetahui adanya skenario Allah dalam pencapaian tersebut.

Sebagai penutup, kata-kata bijak dari Ali bin Abi Thalib bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.

“Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya.”

Dan

“Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun dia tidak akan menjadi orang yang berani”

Wallahu A’lam.

Penulis: Muttaqin

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)