Buljum 2016.4.1: Pasangan yang Membawa Keberuntungan Pernikahan

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك

“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, kau) termasuk orang yang merugi.” [HR. Bukhari 5/1958]

Pada bagian pertama hadits ini, Rasulullah ﷺ memaparkan fenomena kriteria dalam pemilihan pasangan bagi laki-laki. Fenomena bahwa pria menikahi wanita dengan kriteria berupa hartanya, kedudukanya, kecantikannya, atau karena agamanya. Dari jaman Rasul ﷺ sampai sekarang, pada umumnya, seseorang tidak terlepas dari keempat hal ini ketika hendak menikahi wanita.

Berdasarkan fenomena ini, Rasulullah ﷺ memberikan anjuran di perkataan beliau yang selanjutnya. Menikahi seorang wanita karena pertimbangan agamanya. Inilah resep keberuntungan pernikahan menurut Rasul.

Terkait dengan hal ini, kita patut belajar dari kisah pernikahan Ummu Aiman dan Zaid bin Haritsah. Ummu Aiman adalah kunyah (julukan) dari Barakah bintu Tsa’labah. Beliau adalah pengasuh Rasulullah ﷺ semenjak beliau masih kecil. Sedangkan Zaid adalah anak angkat Rasulullah ﷺ. Selisih usia Zaid dan Ummu Aiman cukup jauh.

Setelah Rasulullah ﷺ menikah dengan Khadijah radhiyallahu ‘anha, beliau memerdekakan Ummu Aiman. Kemudian Rasulullah ﷺ menikahkannya dengan Ubaid bin Zaid Al-Khazraji. Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang putra yang diberi nama “Aiman”. Namun ayah Aiman, Ubaid, kemudian gugur di Perang Hunain.

Beberapa waktu setelah meninggalnya Ubaid bin Zaid Al-Khazraji, Rasulullah ﷺ bersabda pada para sahabatnya,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ امْرَ أَةً مِنْ أَهْلِ الْحَنَّةِ فَلْيَتَزَوًجْ أُمً أَيْمَنٍ

”Barangsiapa yang ingin menikahi seorang wanita ahli surga, maka nikahilah Ummu Aiman.” Zaid Bin Haritsah menjawab sabda Rasulullah ﷺ tersebut dengan menikahi Ummu Aiman. Pernikahan dari generasi yang berbeda.

Dengan adanya visi untuk meraih surga dalam berumah tangga, gairah cinta keduanya hadir dan di kemudian hari tampak pada keturunan keduanya, Usamah Bin Zaid. Salah satu sahabat kesayangan Rasulullah ﷺ.

Usia Usamah sebaya dengan cucu beliau, Hasan bin Ali. Saat perang Uhud, serombongan anak anak menemui Rasul. Mereka adalah anak anak para sahabat. Mereka ingin turut jihad fi sabilillah. Sebagian mereka diterima Rasulullah ﷺ dan sebagian lagi ditolak karena usianya masih sangat muda. Usamah bin Zaid teramasuk kelompok anak-anak yang tidak diterima. Karena itu, Usama pulang sambil menangis. Dia sangat sedih karena tidak diperkenankan turut berperang di bawah bendera Rasulullah ﷺ.

Dalam Perang Khandaq, Usamah bin Zaid datang pula bersama kawan-kawan remaja, putra para sahabat. Usamah berdiri tegap di hadapan Rasulullah ﷺ supaya kelihatan lebih tinggi, agar beliau memperkenankannya turut berperang. Rasulullah ﷺ kasihan melihat Usamah yang keras hati ingin turut berperang. Karena itu, beliau mengizinkannya, Usamah pergi berperang menyandang pedang, jihad fi sabilillah. Ketika itu dia baru berusia lima belas tahun.

Usamah juga terlibat dalam peperangan Hunain dan Mu`tah. Saat usianya belum menginjak dua puluh tahun, Usamah ditunjuk untuk menjadi menjadi panglima perang. Memimpin sahabat yang jauh lebih senior.

Kisah tentang pernikahan kedua shahabat yang usianya sangat berbeda jauh ini menunjukkan bahwa keutamaan visi lebih penting daripada apa yang tampak. Pertimbangan agama, yang direpresentasikan dalam visi menikahi ahli surga sudah cukup menjadi alasan untuk seorang Zaid menikahi Ummu Aiman. Pernikahan yang penuh keberkahan dan keberuntungan.

Jika seorang lelaki memilih wanita karena empat perkara di atas, begitu pula semestinya seorang wanita ketika memilih lelaki, hendaknya agama selalu dijadikan hal utama yang perlu ditinjau.

Wallahu A’lam.

Bahan bacaan:

Penulis: Robi

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)