Buljum 2016.4.22: Siapkah Kita Menyambut Ramadhan?

Tak terasa kita telah memasuki pertengahan bulan Rajab. Tinggal satu setengah bulan tersisa sebelum kita bertemu dengan bulan yang sama-sama kita rindukan, Bulan Ramadhan. Pertanyaan besar pada diri kita masing-masing, sudah seberapa jauhkah kita mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan bulan mulia ini? Atau jangan-jangan kita termasuk segolongan umat yang tak sadar akan semakin dekatnya bulan ini?

قُل بِفَضلِ اللَّهِ وَبِرَحمَتِهِ فَبِذٰلِكَ فَليَفرَحوا هُوَ خَيرٌ مِمّا يَجمَعونَ

Katakanlah (Muhammad), Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka berbahagia. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan. [QS. Yunus: 58]

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa hendaknya kita berbahagia dengan karunia dan rahmat Allah ﷻ. Bulan Ramadhan tentunya adalah karunia dan rahmat yang begitu besar dari Allah ﷻ, yang sudah sepatutnya kita berbahagia menyambutnya. Dan sudah sepatutnya pula kita menyiapkan diri kita, baik dari segi fisik, mental, spiritual, juga harta agar kita dapat menjalani ibadah di Bulan Ramadhan dalam kondisi optimal dan penuh semangat. Jangan sampai kesibukan kita dalam mengejar hal-hal duniawi melalaikan kita dalam berbahagia dan mempersiapkan diri kita dalam menyambutnya. Ada beberapa hal penting yang dapat kita renungkan terkait dengan persiapan kita menyambut bulan Ramadhan ini.

Momentum Kembali kepada Ketaqwaan

فَأَلهَمَها فُجورَها وَتَقواها

“Maka Dia (Allah) mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” [QS. Asy-Syams: 8]

Senantiasa menjadi seorang pribadi dengan keimanan yang kuat adalah kondisi ideal yang sudah sepatutnya setiap muslim perhatikan dalam kehidupannya. Namun kadang kita terlupa di tengah kesibukan perkuliahan, riset, atau pekerjaan yang sangat padat dengan jam kerja yang panjang, fokus kita pada Allah ﷻ berkurang, atau bahkan hilang sama sekali. Tilawah menjadi kurang, puasa sunnah jarang dikerjakan, sholat terburu-buru, atau bentuk-bentuk kelalaian lainnya mungkin pernah kita alami dalam bulan-bulan terakhir kita ini. Kehadiran Bulan Ramadhan hendaknya dapat kita jadikan momentum untuk kembali kepada jalan ketaqwaan kepada Allah. Namun bagaimana kita dapat memanfaatkan momentum tersebut, tentunya bergantung pada bagaimana kita mempersiapkan diri kita dalam menyongsong kehadirannya. Oleh karena itu, selagi masih ada waktu menjelang Ramadhan ini, marilah kita persiapkan diri kita, keluarga kita, serta teman-teman kita untuk menyambut Ramadhan dengan kondisi terbaik.

Pengingat akan Surga dan Neraka

وَعَدَ اللَّهُ المُؤمِنينَ وَالمُؤمِناتِ جَنّاتٍ تَجري مِن تَحتِهَا الأَنهارُ خالِدينَ فيها وَمَساكِنَ طَيِّبَةً في جَنّاتِ عَدنٍ ۚ وَرِضوانٌ مِنَ اللَّهِ أَكبَرُ ۚ ذٰلِكَ هُوَ الفَوزُ العَظيمُ

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar (dari semua itu). Itulah kemenangan yang agung. [QS. At-Taubah: 72]

Adakah waktu lain di mana kita begitu ingat akan surga dan neraka selain ketika Ramadhan? Bagaimana di waktu itu kita begitu berlomba-lomba melakukan amal kebajikan demi menggapai rahmat Allah ﷻ dan mendapat ganjaran surga-Nya? Juga di lain sisi kita bertaubat memohon ampun dan menghindarkan diri dari segala apa yang diharamkan-Nya dan memohon dijauhkan dari api neraka. Waktu itu adalah Ramadhan.

Terkadang di tengah himpitan tuntutan dunia yang begitu besar, kita lupa akan rasa itu semua. Rasa ingin mengejar surga dan menjauhi api neraka. Kita lupa untuk terbangun di malam hari untuk menunaikan sholat malam dan bermunajat pada Allah ﷻ. Maka menjelang bulan yang penuh berkah tersebut, marilah kita mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya. Semoga Allah merahmati setiap langkah kita dalam ketaqwaan kepada-Nya.

Sebagai penutup pengingat singkat kita pada kesempatan kali ini. Marilah kita senantiasa berdoa pada Allah ﷻ. Berdoa dan saling mendoakan agar disampaikan usia kita pada Bulan Ramadhan, dikuatkan kita dalam mempersiapkannya, dan kita semua dapat dipertemukan Allah ﷻ di dalam surga-Nya.

Wallahu A’lam.

Penulis: Indianto

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)