Kajian MABRUK

Inovasi, Penelitian dan Peradaban

Sumber: hdwallpaperim.com/national-geographic-books-ancient-paper-islamic-architecture-islam-arabic/

Muslim adalah pihak yang mempabrikasi dan menyebarkan kertas secara global pertama kali. Penyebarannya meliputi wilayah India modern sampai wilayah Madrid sekarang. Meskipun penemu kertas adalah bangsa China.
China telah menggunakan kertas untuk media tulisan sejak beberapa abad sebelum masehi. Meskipun secara resmi, penemuan kertas dinisbatkan kepada Cai Lun, pejabat di era dinasti Han (25–220). China menyebut kertas dengan istilah “Khaghiz”. Sampai saat ini, istilah ini masih digunakan di Pakistan untuk menyebut kertas. Di masa sebelumnya ataupun di daerah lain, papyrus (kata paper konon berasal dari sini) yang relatif tebal dan susah dilipat masih lazim digunakan. Pada saat itu, Eropa belum mengenal kertas. Mereka masih berselimutkan kegelapan.
Menurut beberapa catatan sejarah, muslim mengembangkan kertas pasca perang Talas. Pertempuran ini terjadi antara Dinasti Abbasiah dengan sebagian penguasa daratan China. Peperangan ini terjadi di dekat kota Samarkand, saat ini masuk wilayah Uzbekistan pada tahun 751 M. Dalam peperangan ini, pasukan muslimin dapat menahan beberapa orang pihak China yang mempunyai keahlian dalam pembuatan kertas. Mendapatkan tawanan penting, pasukan muslimin membawanya ke ibukota mereka saat itu, Baghdad. Sebagai bagian dari negosiasi, tawanan perang tersebut dibebaskan dengan syarat mau mentransfer ilmu pembuatan kertas. Setelah menguasi teknik pembuatan kertas, pabrik pertama kertas di daerah Mediterania dibangun di Samarkand. Bukan hanya menguasai teknik pembuatan kertas, mereka juga meneliti dan mengembangkannya dengan kualitas yang lebih baik. Pada saat itu dikenal ada beberapa jenis kertas, antara lain kertas Sulaiman, Dawud, dsb. Penyebaran kertas bertambah luas tatkala pemerintahan Islam pada saat itu mengadopsi kertas dalam komunikasi resmi. Penggunaan kertas pun meluas seantero kekuasaan dinasti Abbasiah, dari Madrid-Andalusia (Spanyol sekarang), Algeria, Maroko, Mesir, Arab, Damaskus, Palestina sampai perbatasan dengan China modern sekarang, Uzbekistan dan Tajikistan.
Bermula dari kertas, berkembanglah penggunaan buku. Berkembangnya penulisan buku menghadirkan implikasi lain. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan. Dari kumpulan buku menjadi perpustakaan. Hingga, terbentuklah insititusi itu kemudian kita kenal dengan nama universitas. Islam lah yang menginisiasi pendidikan untuk orang dewasa. Universitas dengan perpustakaan terbesar pada masa itu dibangun. Catatan ini didasarkan oleh penelitian yang dilakukan oleh George Magdesse dalam bukunya “The Rise of College in Islam”. Kertas telah menjadi media utama dalam pendidikan pada masa itu.
Di sisi lain, Eropa masih terkungkung dalam kegelapan pada masa tersebut. Dunia barat baru mengenal kertas pada era perang salib, saat mereka masuk ke Jerusalem. Tertarik, mereka lantas membawanya ke daratan Eropa. Meskipun demikian, pada saat itu mereka belum tahu cara memproduksi kertas, sampai mereka dapat merebut Andalusia, Spanyol. Barulah mereka melihat pertama kali produksi kertas. Sebagaimana dicatat sejarah, mereka mengusir seluruh muslim dari Andalusia, kecuali segelintir orang yang mengetahui teknik pembuatan kertas. Orang yang dapat mentransfer teknik pembuatan kertas kepada Eropa. Dari Andalusia, orang Eropa mengetahui teknik pembuatan kertas. Menyebar ke penjuru Eropa. Sampai mereka membangun bubur kertas besar di Italia. Dengan penelitan, mereka dapat meningkatkan kualitas kertas.
Kertas yang dikembangkan dari muslim ke eropa, mulai sekitar abad ke 13. Sekitar dua abad kemudian, mereka telah dapat menghasilkan kertas dengan kualitas yang bahkan lebih baik dari produksi muslim. Bahkan mereka menjual kertas ini ke daerah yang masih dikuasi muslim.
Kertas dan buku adalah tanda peradaban dan pendidikan pada masa itu. Seiring dengan tu, terjadi kemajuan signifikan dalam perkembangan pengetahuan di Eropa. Reformasi protestan, renaissance, terjadi pada era yang sama dengan diperkenalkannya kertas.

Inovasi dan pergeseran peradaban
Sekitar tahun 1450, Johannes Gutenberg mengembangkan mesin cetak. Beberapa sumber menyebutkan Gutenberg mengembangkan mesin ini dari daratan China dan Korea. Sebelum ditemukannya mesin cetak, untuk menyalin sebuah kitab, katakanlah tafsir Ibnu Katsir, orang perlu menulis ulang, huruh demi huruf, kata demi kata, baris demi baris, lembar demi lembar. Dengan menggunakan mesin cetak, produksi masal buku dapat dilakukan dengan mudah. Mesin cetak adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah manusia. Dalam bidang komunikasi, penemuan ini bahkan disebut lebih signifikan dampaknya dibanding penemuan komputer. Dengan menggunakan mesin cetak, produksi masal buku dapat dilakukan. Dengan pencetakan buku secara masif, percepatan transfer pengetahuan dapat diraih. Buku Isaac Newton mengenai alam dan pengetahuan dapat menyebar dengan cepat. Dengan dasar ilmu ini, perkembangan pengetahuan dapat dicapai secara masif. Sebagian besar orang dapat mengakses ilmu dengan cepat.
Di sisi lain, pihak muslim sudah mendengar lompatan besar melalui mesin cetak. Akan tetapi, mereka sudah punya era kejayaan, lebih dari 10 abad mereka adalah frontier dalam pengetahuan. Saat itu, ada kecenderungan mereka tidak mau menerima perubahan. Mereka melarangnya masuk ke wilayah kekuasaanya. Salah satu alasannya, ini adalah penemuan orang kafir. Bukan hanya itu, buku yang dicetak dengan mesin dilarang peredarannya. Bahkan, di tahun 1485, penguasa saat itu akan memenjarakan orang yang menggunakan mesin cetak atau buku yang diproduksi dari mesin tersebut.
Penggunaan buku dan mesin cetak semakin masif di Eropa. Seiring majunya pengetahuan, kekuasaan yang dilandaskan keagamaan pun memudar. Walaupun, Martin Luther menggunakan mesin cetak untuk memproduksi Injil di Jerman. Di era sebelumnya, saat mereka berkeyakinan bahwa bumi itu datar, penggunaan mesin cetak dilarang. Beberapa tokoh di masa ini yang terkenal antara lain Galileo dan Newton. Seiring dengan majunya pendidikan. *Eropa pun berubah. Kecuali di wilayah kekuasaan Muslim, mesin cetak pun menyebar luas di era setelahnya, abad 17 dan 18. Bahkan, beberapa daerah terpencil seperti Hawai dan Tahiti telah memiliki mesin cetak dalam bahasa lokal di tahun 1830. Di Mesir, Kitab Shahih Bukhori tidak ditemukan dalam versi cetak. Oleh karena itu, kita tidak menjumpai manuskrip berbahasa arab yang diproduksi dari mesin cetak di tahun 1500-1700. Sebaliknya, manuskrip berbahasa Inggris, Latin, bahkan Swahili ditemukan melimpah.
Orang yang pertama kali membawa mesin cetak adalah Napoleon Bonaparte ketika mereka menginvasi Mesir. Sekitar tahun 1840, buku terkait Islam yang dihasilkan dari mesin cetak pun pertamakali diproduksi. Ketika muslim menyadarinya, sudah terlambat. Beberapa dekade sebelum runtuhnya khilafah Utsmaniyah.
Mencampurkan kebanggan agama dengan kejayaan budaya, kita harus bangga sebagai muslim. Tentu. Kita tentu bersyukur Allah Ta’ala telah memberikan Qur`an dan Sunnah. Tetapi Keduanya tidak bertentangan dengan modernitas. Kita harus paham, apa yang tidak boleh berubah dan apa yang seharusnya berubah.
Pelajaran lain yang bisa kita petik adalah pentingnya inovasi. Inovasi didapatkan dari penelitian. Langkah-langkah kecil, tahap demi tahap. Inovasi tidak dapat dilakukan tanpa ada spesialisasi. Mengembangkan mesin cetak, membangun gedung perlu spesialisasi. Di sinilah peran kita.

Catatan:
Tuisan ini merupakan saduran bebas dari kuliah Dr. Yasir Qadhi (2018) yang berjudul: Muslims Invented Colleges and Universities. Selain itu, pada tulisan ini juga disertakan referensi tambahan dari: Gunaratne, S.A., 2001. Paper, printing and the printing press: A horizontally integrative macrohistory analysis._Gazette (Leiden, Netherlands),_63(6), pp.459-479.

Related posts

Kurban : Bukti Cinta Pada Ilahi

KMI Sendai

Mega-proyek Ramadhan

KMI Sendai

Inspirasi dari M. Shoufie Ukhtary

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.