MABRUK

Inspirasi dari M. Shoufie Ukhtary

Sumber: Dokumentasi pribadi

Pada edisi kali ini, alhamdulillah tim Mabruk mendapat kesempatan untuk membagikan cerita singkat namun inspiratif dari Dr. M. Shoufie Ukhtary. Beliau merupakan seorang fisikawan muda yang baru saja menyelesaikan studi S3-nya di Tohoku University.
Semoga melalui sesi tanya jawab di bawah ini, pembaca dapat mengambil manfaat dan lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu. Yukkk dibaca.

Assalamu alaikum, Apa kabar, Shoufie?
Waalaikum salam, Kabar baik :)

Setelah wisuda September lalu, sekarang kesibukannya apa saja?
Setelah wisuda saya masih kerja di lab Saito-sensei.

Boleh cerita sedikit tentang penelitiannya?
Riset saya tentang interaksi cahaya dengan material. Contoh fenomenanya mengenai surface plasmon dan pembiasan negative.

Kenapa sih tertarik sama topik tersebut?
karena sudah banyak terapannya, seperti fenomena yang saya sebutkan tadi. Sebagai contoh dengan pembiasan negative kita bisa membuat “perfect planar lens” atau dengan surface plasmon bisa dimanfaatkan untuk penghantar signal.

Gimana awalnya bisa terjun ke riset tersebut?
Alasannya tidak muluk-muluk, karena awalnya sensei saya memberikan topik tersebut, jadi saya pelajari.

Ada berapa paper yang sudah diterbitkan? Impact Factor (IF) nya berapa?
Penulis pertama dan kedua alhamdulillah sudah 9. IF nya berkisar 2 – 6.7.

Sudah pernah dapat award yaa? award apa?
Alhamdulillah ada dua. Paper award dari Japanese Society of Applied Physics dan Aoba Society Award di Tohoku University. Bersyukur sekali berkat bantuan Saito-sensei, Mas Ridwan dan Mas Heski.

Apa tantangan yang kamu alami selama mengerjakan riset?
Tantangan nomer satu adalah diri sendiri yang selalu merasa tidak percaya diri tentang penelitian kita. Sering sekali merasa penelitian kita tidak ada apa-apanya dan selalu membandingkan diri dengan yang lain.

Gimana cara kamu menjaga agar motivasi tidak surut?
Motivasi saya dalam riset adalah diri sendiri yang merasa harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai dengan baik. Juga, tidak usah membandingkan diri dengan orang lain, selalu berdoa dan bersyukur. Itu saja caranya.

Apa kegiatan yang sering kamu lakukan untuk mengisi waktu luang?
Saya sering jalan-jalan sambil mengambil foto atau menonton film.

Menurut kamu, gimana peran muslim dalam peradaban science yang dulu dan sekarang?
Peradaban science kita sekarang sangat berdasarkan pada peradaban science muslim zaman dahulu. Menurut saya ilmuan muslim zaman dahulu benar-benar memiliki rasa ingin tahu yang jauh lebih tinggi daripada ilmuan-ilmuan sekarang sehingga mereka bisa mencapai kejayaan science.

Menurut kamu, adakah kendala yang dihadapi seorang muslim dalam akademik internasional? kalau iya, kendala seperti apa?
Kendala ilmuan muslim sekarang mungkin adalah rasa ingin tahu yang kurang dibandingkan ilmuan muslim dahulu, selain itu kurangnya kerja sama dalam science antara sesama muslim atau dengan ilmuan-ilmuan lainnya. Sekarang mereka lebih menekankan kerja sama dalam isu-isu non-science.

Apa rencana kamu ke depan?
Rencana ke depan saya ingin menjadi peneliti yang lebih baik (ingin postdoc dan cari kerja sebagai peneliti). Kalau rencana kehidupan, ingin berkeluarga segera.

Terakhir, adakah pesan-pesan untuk warga KMIS?
Jangan putus tali silaturahmi sesama warga KMIS dan jangan mudah menyerah menghadapi tantangan-tantangan hidup di Jepang termasuk tantangan penelitian di kampus.
[mbr]

Related posts

Reportase Idul Adha di Sendai, Jepang

KMI Sendai

Teka-Teka Santai (TTS): Edisi 01

KMI Sendai

Kurban : Bukti Cinta Pada Ilahi

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.