Kajian Spesial KMI-S Golden Week 2014: Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah

Alhamdulillah, pertemuan dwi-bulanan KMI-Sendai insya Allah akan kembali diadakan pada hari Senin, 5 Mei 2014 (masa liburan Golden Week), pukul 12:00 – 17:00 JST, bertempat di Tohoku University International House 2 Sanjomachi, Sendai. Pertemuan kali ini sangat spesial dengan pemateri Ustadz Prof. Yunahar Ilyas, salah satu pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Insya Allah beliau akan memaparkan materi berkenaan dengan penyimpangan-penyimpangan syi’ah (khususnya di Indonesia) dan cara menyikapinya.

kmis-gw2014

Bagi rekan-rekan yang belum mengetahui, Ustadz Yunahar Ilyas adalah salah satu ketua harian MUI Pusat, serta anggota penyusun buku panduan dari MUI Pusat yang memberikan penjelasan kepada umat Islam di Indonesia tentang hakikat dari sekte/firqah/aliran Syi’ah. Buku ini sekaligus merupakan jawaban dari pertanyaan berbagai pihak tentang kejelasan sikap MUI terhadap aliran sesat bahkan kufur ini. Buku tersebut berjudul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia”.

Setidaknya ada empat tujuan utama dari diterbitkannya buku ini, sebagaimana disebutkan dalam kata pengantar buku ini :

  • Pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah
  • Bayan/penjelasan resmi dari MUI dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh paham Syi’ah
  • Menghindarkan NKRI dari bahaya Syi’ah yang dapat mengganggu stabilitas dan keutuhannya.
  • Menjaga ukhuwah dan membendung upaya-upaya untuk mendakwahkan ajaran Syi’ah di Indonesia

Namun, sebagaimana dikatakan oleh para ulama kita diantaranya oleh Al-Imam Asy-Syafi’i, beliau berkata tentang orang-orang Syi’ah/Rafidhah :

 لم أر أحدا من أصحاب الأهواء أكذب بالدعوى وأشهد بالزور من الرافضة

Saya belum pernah melihat seorangpun dari pengikut hawa nafsu (Islam sempalan) yang paling suka berdusta dan paling suka bersaksi palsu, lebih dari orang Rafidhah (Syiah).

Meskipun buku ini jelas-jelas ditulis oleh Tim Penulis MUI Pusat dan direstui oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dilengkapi pula dengan pernyataan tokoh Umat Islam Nasional tentang ajaran Syi’ah, masih ada saja orang-orang Syi’ah/Rafidhah yang tanpa malu-malu mengatakan bahwa nama MUI dicatut dalam penulisan buku ini. Artinya, menurut mereka buku yang ditulis ini tidak mewakili sikap MUI yang sebenarnya.

Pernyataan dusta mereka ini kembali mengingatkan kita akan sebuah peristiwa beberapa waktu yang lalu. Ketika itu tersebar fatwa bahwa Ketua MUI mengatakan Syi’ah adalah bagian dari Islam, atau Syi’ah Tidak Sesat, atau yang semakna dengan itu yang intinya ingin menyebarkan dusta ke tengah umat bahwa Syi’ah tidak sesat. Kemudian terbukti bahwa penyebar fatwa tersebut adalah kaum Rafidhah Pendusta ini, dan setelah diselidiki ternyata yang dikatakan sebagai Ketua MUI pun adalah seorang Syi’i yang menyusup ke tubuh MUI.

Dengan membaca buku ini akan tampat lebih jelas bagi pembaca bahwa inilah sikap MUI yang sebenarnya, dituangkan dalam buku kecil ini. Inilah sikap MUI terhadap sekte Syi’ah Rafidhah.  Selamat Membaca!

Tautan untuk mengunduh buku:

Baca Juga! Nama MUI Pusat Dicatut?

Sumber ulasan: Blog Abu Umamah dan LPPI Makassar.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)