Kesyirikan yang teramat halus

Bismillahirrahmanirrahiim,

Alhamdulillah, Sabtu 28 April 2012 yang lalu KMI-Sendai menerima kedatangan Ustadz M. Fauzil Adhim. Beliau adalah penulis yang cukup produktif dengan konsentrasi tulisan keluarga Islami, psikologi, dan pendidikan. Namun di luar dugaan, materi yang dipaparkan pada sesi pertama bukanlah seputar pernikahan dan pendidikan anak, melainkan mengenai syirik halus yang justru pelakunya ialah orang-orang yang sibuk berdakwah tetapi kehilangan kesadaran bahwa mereka telah terjatuh kedalam kesyirikan. Ia memiliki kemampuan menggunakan kata-kata untuk mempengaruhi orang banyak dengan menggunakan dalil-dalil Islam, dan mengajak orang lain untuk jatuh ke dalam perbuatan syirik. Lalu seperti apakah bentuk-bentuk kesyirikan yang teramat halus ini? Berikut ini kami berusaha merangkum materi yang dibawakan Ustadz Fauzil Adhim.

Berdasarkan kepada Al-Qur’an surat Ar-Ruum: 30-32, yang artinya: “yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka* dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” *Maksudnya: meninggalkan agama tauhid dan menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka. Menurut Ustadz Fauzil, terdapat beberapa tanda-tanda bahwa kita telah terjerumus ke dalam kesyirikan yang halus ini.

1. Sulit melihat kebaikan di tempat lain, dan hanya melihat kebaikan di kelompok/organisasi/partai-nya saja. Bila aktifitas dakwah yang dilakukan kepada objek dakwah, namun objek dakwah tersebut pada akhirnya justru aktif di tempat lain, kita justru merasa bersedih hati dan menyesal telah mengenalkannya kepada Islam

2. Lebih mendahulukan kepentingan kelompoknya dibandingkan kepentingan Islam.

3. Menjadikan orang yang ada pada kelompoknya sebagai sumber rujukan utama meskipun memiliki hujjah (argumentasi/dalil) yang lemah. Setiap keputusan diterima mentah-mentah tanpa mengetahui dasar pengambilan keputusan tersebut

4. Menjadikan kelompoknya sebagai satu-satunya tolak ukur kebenaran

5. Kritik terhadap kelompoknya dianggap sebagai permusuhan, dan yang terakhir adalah tanda yang sangat jelas bahwa kita telah terjatuh kedalam kesyirikan yang teramat halus ini adalah;

6. Kecintaan yang berlebihan, sehingga mensakralkan simbol-simbol yang ada pada kelompoknya.

Kemudian Ustadz Fauzil pun melanjutkan pemaparannya mengenai Syirik Niat, yaitu syirik yang terdapat pada amalan-amalan mahdoh maupun ghaira mahdoh. Amalan ini dilakukan ikhlas karena Allah semata tetapi tujuannya bukan Allah, orang-orang ini tidak akan mendapatkan apa-apa di akhirat kelak, seperti yang terdapat didalam QS. Huud: 15-16, yang artinya: “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Beliau memberikan contoh, bila seseorang menegakkan shalat dhuha, namun mengharapkan agar usahanya bertambah luas dan sukses. Orang-orang yang bersedekah namun mengharapkan  agar hartanya bertambah banyak, itulah contoh-contoh bahwa kita telah terjebak dalam syirik niat!

Ingatkah kita akan hadits yang cukup populer ini? Tiga jenis ahli ibadah yang justru masuk ke dalam neraka. Mereka dahulu ketika hidup di dunia adalah orang-orang yang terkemuka dalam hal harta, kedudukan dan ilmu.

(1) Mujahid yang masuk neraka

Yang pertama dihadapkan kepada Allah adalah seorang yang mati syahid di jalan Allah. Ketika hidup di dunia, ia ikut berperang di jalan Allah dan mati terbunuh. Setelah dihisab, Allah berkata kepada malaikat-Nya, “Lemparkan ia ke neraka.” Hamba syahid itu berkata, “Ya Allah, aku dahulu berjuang di jalan Engkau hingga aku mati membela agama Engkau. Semua itu aku lakukan untuk mencari keridhaan-Mu.”

Para malaikat yang menjadi saksi berkata, “Dia berbohong ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Engkau dahulu ingin mati syahid agar manusia memujimu sebagai pahlawan yang gagah berani, sehingga orang-orang yang datang sesudahmu selalu memuji dan mengenangmu. Tidak ada tempat di surga bagi orang-orang yang riya.”

(2) Ulama yang masuk neraka

Yang kedua dihadapkan kepada Allah adalah seorang yang memiliki ilmu yang sangat tinggi. Seorang ulama pada zamannya. Ia selalu mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada manusia-manusia lainnya. Pengikutnya banyak dan ia amat disegani dan dihormati oleh para pengikutnya. Setelah dihisab, Allah berkata kepada malaikat-Nya, “Lemparkan ia ke neraka.” Hamba yang ulama itu berkata, “Ya Allah aku dahulu mengajarkan ilmu yang bermanfaat bagi hamba-hamba-Mu. Semua itu aku lakukan untuk mencari keridhaan-Mu.” Para malaikat yang menjadi saksi berkata, “Dia berbohong ya Allah.” Allah kemudian berkata, “Engkau mengajarkan ilmu kepada manusia agar mereka memandangmu sebagai seorang ulama besar. Orang-orang mencium tanganmu, memuji dan mengenangmu.”

(3) Dermawan yang masuk neraka

Yang ketiga dihadapkan kepada Allah adalah seorang yang sangat dermawan semasa hidupnya. Ia banyak menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membantu orang miskin, anak yatim, tempat ibadah, rumah-rumah pendidikan dan lain sebagainya. Ia sangat dikenal orang-orang pada masanya sebagai seorang dermawan dan sangat disegani. Setelah dihisab, Allah berkata kepada malaikat-Nya, “Lemparkan ia ke neraka.” Hamba yang dermawan itu berkata, “Ya Allah aku dahulu banyak menafkahkan harta yang Engkau berikan dijalan-Mu. Semua itu aku lakukan untuk mencari keridhaan-Mu.” Para malaikat yang menjadi saksi berkata, “Dia berbohong ya Allah.” Allah ‘Azza wa Jalla kemudian berkata, “Engkau menafkahkan hartamu agar engkau selalu dipuji dan dikenang sebagai seorang dermawan.”

Rasulullah bersabda, “Demikianlah ketiga-tiganya adalah ahli neraka. Allah memandang kepada hati kalian dalam setiap perbuatan.” [HR Bukhari]

Semoga setelah pemaparan materi oleh Ustadz Muhammad Fauzil Adhim ini kita kembali mengevaluasi diri untuk membersihkan diri dari syirik yang teramat halus dan syirik niat yang justru akan menyebabkan kita masuk kedalam neraka, na’udzubillahi min dzalik.

Mari evaluasi dan perbaiki diri kita senantiasa, ajak dan ingatkan juga keluarga kita, orang-orang terdekat kita dan orang lain, dan tidak menghakimi golongan/kelompok/organisasi/partai lain ialah golongan yang buruk. Ajaklah dan kenalkanlah mereka kepada Allah dan Islam. Ajaklah dan kenalkanlah mereka kepada Allah dan Islam dengan cara-cara yang paling baik yang telah dicontohkan oleh manusia paling mulia Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam. Ajaklah dan kenalkanlah mereka kepada Allah dan Islam, bukan kepada kelompok/golongan/organisasi/partai tertentu.

Pada akhir kegiatan Ustadz mengatakan: “Sebenarnya saya telah melawan arus besar saat ini, di mana jika saya menyampaikan materi seputar pernikahan itu sudah jelas akan meningkatkan daya jual buku-buku saya, namun bukan itu yang saya harapkan, saya mengharapkan agar ummat terbebas dari syirik yang teramat halus ini dan mendapatkan ridha dan balasan terbaik dari Allah Ta’la semata di akhirat kelak.” Subhanallah, semoga masih banyak para da’i yang memiliki konsistensi seperti beliau.

Wallahu A’lam.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)