Satu lagi remaja Jepang masuk Islam

Namanya Miura-san, asli orang Sendai. Pertama kali penulis berkenalan dengannya tiga bulan yang lalu. Saya kaget karena umurnya masih 18 tahun. Umur yang sangat ideal untuk berfoya-foya. Namun, pencari kebenaran ini haus sekali akan informasi tentang Islam. Dia datang ke masjid berjalan kaki dengan masih memakai seragam SMA. Saya tanya bagaimana kamu menemukan Masjid Sendai?

Saya berbincang-bincang dengannya seputar mengapa dia tertarik masuk Islam. Sejak duduk di TK dia sudah tertarik dengan cerita tentang sejarah, ya sejarah apa saja. Setelah masuk SD, mulailah dia mengenal pelajaran sejarah lebih terperinci. Begitu masuk SMP dia mulai tertarik dengan sejarah Islam. Demikian juga setelah masuk SMA dia tekuni pelajaran tersebut.

Ketika saya tanyakan, mengapa sejarah Islam menarik perhatiannya, dia menjawab dengan sangat mantap bahwa ada dua hal pokok yang menarik. Pertama ketika membaca sejarah tentang Al-Quran, dari sejak diturunkan sampai 1400 tahun lebih lamanya TIDAK ada perubahan sedikitpun di dalamnya, dan itu menurutnya tidak ada buku yang seperti itu. Yang kedua adalah mengenai sejarah kejayaan Islam, di saat sebagian besar permukaan bumi dalam kekuasaan kekhalifahan Islam.

Dari dua hal yang menarik inilah dia terus menerus menggali informasi tentang Islam. Berbagai sumber dia baca, termasuk Al-Quran dan Hadits dalam bahasa Jepang. Hingga akhirnya dia ingin belajar langsung dari orang Islam. Maka dia cari di internet website komunitas Muslim yang ada di Sendai. Dan akhirnya sampailah Miura-san ke masjid Sendai. Langsung mengutarakan bahwa dia tertarik Islam dan apakah diperbolehkan belajar Islam di masjid. Sejak itu selama 2 bulan, setiap Sabtu atau Minggu dia datang untuk belajar tentang Islam.

Tidak lama kemudian setelah mantap betul dia mengucapkan dua kalimat syahadat, “Asyhadu an Laa Ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.

Ketika saya tanyakan bagaimana reaksi orang di sekitarnya, dia ceritakan reaksi ibunya saat dia menyatakan keislamannya di depan keluarganya. Serentak kaget,

Eeee… Sonnanoooo!? (Haaa, yang bener!?)

Ibunya kaget sekali karena ibunya seorang pengikut ajaran Buddha yang taat. Setelah berdiskusi lama, akhirnya ibunya memaklumi keteguhan sikapnya.

Saat ini dia tinggal di rumah orang tuanya, bersama ibunya yang tinggal di lantai bawah dengan tekun mengamalkan ajaran Budha. Sementara itu, Miura-san tinggal di lantai atas dengan tekun mengerjakan sholat. Ketika masak, ibunya dengan setia tidak memasak daging babi dan makanan yang dilarang.

Lalu, bagaimana reaksi teman-temannya di SMA? Tentu tidak mudah bagi anak remaja mempunyai pendirian yang berbeda dengan teman sebayanya. Apalagi karakter masyarakat Jepang, hal yang berbeda dalam satu kelompok tertentu dianggap ganjil dan aneh. Namun Miura-san tetap teguh pendiriannya dan mengumumkan keislamannya didepan teman-teman sekelasnya. Serentak semua kaget, “Eeee… sonnanoooo!?”

Di bulan Ramadhan yang terik pada siang hari, dia datang berjalan kaki dari stasiun kereta menuju masjid. Di tengah musim panas yang amat panas di Jepang, dia tetap teguh mengerjakan berpuasa. Ia terus belajar lebih dalam tentang tauhid dalam Islam.

Setelah selesai belajar, saya antar dia pulang ke rumahnya dengan mobil. Begitu sampai dan turun dari mobil, dia menyerahkan bungkusan kepada saya, “Hari-san, kore omiyage desu.” Dia serahkan oleh-oleh kecil. Begitu saya buka, bungkusan kecil itu bertuliskan Tokyo Sky Tree, gedung tertinggi yang baru saja diresmikan di Tokyo.

Setelah Miura-san pergi meninggalkan mobil, saya masih tetap memandangi gambar Tokyo Sky Tree itu. Terbayang di benak saya, Tokyo yang terdiri dari gugusan gedung-gedung pencakar langit dimana-mana. Kalau kita berjalan kaki dari Shinjuku ke Tokyo Eki, di kiri-kanan jalan gedung tinggi semua di tengah hiruk-pikuk kesibukan penduduknya yang hampir seluruhnya bukan muslim.

Saya membayangkan, kondisi ini mungkin sama dengan yang dialami oleh para wali songo kita dulu. Ketika mereka melihat gugusan candi Hindu dan Buddha, mulai dari Semarang-Salatiga-Prambanan-Borobudur, dan terus sampai ke Jawa Barat. Semua ini merupakan cerminan begitu kuatnya peradaban yang dipengaruhi Hindu dan Buddha di seantero Nusantara. Waktu itu juga belum ada muslim di seluruh penjuru Nusantara.

Seandainya dulu para wali songo miris melihat kondisi negeri Nusantara yang 100 persen bukan Muslim dan memilih meninggalkan begitu saja tanpa melakukan dakwah, mungkin kita semua tidak akan mengenal apa itu Islam. Namun, lihatlah sekarang, gugusan candi itu telah berubah menjadi gugusan masjid di mana-mana, negeri Hindu itupun telah menjadi negeri muslim terbesar di dunia. Peradaban telah berubah yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat, meski patut diakui kita dengan jumlah umat Islam yang banyak ini masih tak mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dunia.

Dalam satu kesempatan, Rasulullah menyeru kepada seluruh manusia, “Wahai manusia, katakan Laa Ilaaha illa Allah, kalian akan sukses.”

“Katakan” dalam hal ini bisa juga diartikan mengajak, artinya ajaklah manusia untuk mengucapkan Laa Ilaaha illa Allah. Semakin banyak yang mengatakan ini, semakin banyak orang punya referensi tentang kebenaran Laa Ilaaha illa Allah. Jadi, tugas kita hanya mengajak. Perkara orang mau dengar atau tidak itu urusan nanti. Mengajak mempunyai efek yang mendalam pada hati kita. Terutama memperkokoh keyakinan kita akan kalimat tersebut.

Kata-kata Nabi “…Kalian akan sukses…” artinya kalau kita tidak mengajak, kita-lah yang justru akan diajak oleh orang lain sehingga prinsip-prinsip Islam dalam hati kita akan sedikit demi sedikit tergeser. Bukankah ciri orang sukses di antaranya adalah orang yang punya tujuan yang jelas, tegas, dan berkarakter?

Miura-san hanyalah contoh dari segelintir orang Jepang yang masuk Islam. Dia masuk Islam karena melihat sejarah kejayaan Islam masa lalu. Dan kejayaan Islam pada saat itu antara lain dikarenakan semua kaum muslimin mempunyai semangat berdakwah, menyampaikan kalimat “Laa Ilaaha illa Allah” ke seluruh penjuru dunia. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat kuburan para sahabat Nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’in (generasi salafusshalih) yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Dan sejarah emas umat Islam ini ditulis dan dipelajari orang sampai beratus-ratus tahun sesudahnya.

Hari ini umat Islam sangat terpuruk menjadi umat yang tertindas. Saya tidak tahu apakah ini ada relasinya dengan sedikitnya umat Islam yg menyampaikan kalimat tersebut. Kalau memang demikian, benarlah apa yang dikatakan Rasulullah, “Wahai manusia, katakan Laa Ilaaha illa Allah, kalian akan sukses.”

Penulis: Hariyadi Budi Susanto
Sendai, 17 Agustus 2012

Bookmark the permalink.

21 Comments

  1. Irwanto Saputra

    Islam terus berjaya! :lol:

  2. sungguh… ketika hidayah telah menyapa. maka tidak sedikit pun Allah azza wajalla menyia2kan seseorang tersebut. namun miris juga. ketika sebagaian orang diluar sana dengan senang mengenal dien ini, justru kita yang telah menjadi islam sejak mbrojol dan besar tidak mengetahui hakekat akan islam ini sendiri. jangan2 para muallaf yang insyaAllah dirahmati oleh Allah akan mengajarkan kepada kita tentang islam?

    semoga islam menjadi cahaya yang akan menerangki kembali bumi ini. bukan 2/3. namun 100% dunia ini. wallahu a’lam

    salam kenal kepada admin. nice post ^^d

  3. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Kisah di atas sangat mengharukan. Luar biasa sekali. Untuk teman-teman di KMI Sendai saya ucapkan selamat berjuang. Mari kita syiarkan agama Islam di atas bumi Allah ini. Mohon kalau ada kisah-kisah lain tentang Islam di Jepang bisa langsung ke email saya. Atas segala kerjasamanya saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

  4. Barrakallahu, Allahu Akbar

  5. Chairullah Harun

    Subhanallah. Semoga miura-san istiqamah, selamat dunia dan akhirat. Amiin.
    Terimakasih sharing nya pak Budi Susanto. Salam kenal. Apakah hari ini, 2016 anda masih tinggal di Sendai. Jauhkah dari Tokyo ?

    • My hat is off to your astute command over this tooav-bricp!

    • That’s an expert answer to an interesting question

    • How cool! I recently saw a post on another automotive site (not NASCAR related) in which they were creating Haiku. I was thinking a NASCAR related Haiku would be interesting. I’ve only done them a time or two (way back in my school years), so I would be quite rusty. You’ve got some good ones there! This one is my favorite. “Green flag it now fliesBrightly colored cars aroundSometimes too much so”It brings some vivid images to mind. Nice job!

    • il gatto va ancora un po' a momenti, a volte è tranquillo e apatico, che ha paura appena ti muovi, altre volte ti salta addosso all'infinito e non sta fermo un secondo, quindi non so bene cosa aspettarmi quando salta fuori :O@Yotsuba: la crema per il momento tiene e sembra ottima, la prossima volta te la passo :P

    • Oi Camila, eu adorei muita as sua dicas ,estou meia perdida para comprar maquiagens e pincéis pq eu não sei que marca e quais são as profissionais sou iniciante preciso saber quais são as melhores .Mande E-mail . Bejos []

    • Now I feel stupid. That’s cleared it up for me

    • Really. Who the heck is this guy? Just because he once ran for local office doesn’t mean his opinion on national politics is any more insightful than anyone elses.

    • Ønsker meg mye her ser jeg…de har jo sÃ¥ mye fint, men blandt annet Sinkkurvene, sinkbokser, Lykter, tineK-kopper…og mer til…Ønske listen er lang…;)Linker gjerne ogsÃ¥…mÃ¥ bare finne ut hvordan det gjøres…fikk det ikke til…Ha en fin dag!

    • Saya juga sempat menggunakan plugin wordpress thread comment, tapi sayang ada masalah dengan theme baru yang saya gunakan dan terpaksa saya harus say goodbye dengan plugin tersebut.

  6. Wah, kisah ini telah mengispirasi saya untuk mengangkatnya ke sebuah novel. Dan saya sudah menyelesaikannya saat saya duduk di bangku SMA tida tahun yang lalu dengan tambahan cerita fiktif. Bolehkah saya mensharenya di blog saya? mohon izinnya, terima kasih

  7. Furqon Murgani

    Jadi pengen nyebarin ISLAM di Jepang.. hehe.. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)