Kabar Warga MABRUK

Serunya Ajang Falling Walls Lab Sendai 2018

Sumber: Dokumen Pribadi

Falling Walls Lab competition di Sendai sudah berakhir beberapa minggu lalu. Acara tersebut diadakan pada tanggal 31 Angustus 2018 di Tokyo Electron House of Creativity, Tohoku Univ. Katahira, Sendai. Falling Walls Lab sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Falling Walls Fondation dan terhelat di lebih dari 60 negara di penjuru dunia. Seperti namanya, acara Falling Walls Lab sendiri sebenarnya diprakarsai untuk merayakan runtuhnya tembok pemisah Berlin timur dan Berlin Barat. Karena itulah pada setiap 9 November, hari dimana tembok Berlin runtuh, 100 scientist muda dengan ide terbaik dari seluruh dunia akan diundang untuk mempresetasikan ide tersebut di Berlin, Jerman. Forum Falling Walls Lab pertama kali diadakan pada tahun 2011 di Berlin sebelum konferensi Falling Walls dihelat. Atas kesuksesan acara tersebut, sejak tahun 2012 forum Falling Walls Lab diglo-balkan di seluruh dunia. Inti dari kompetisi ini adalah untuk menginspirasi setiap orang dari seluruh dunia untuk ikut serta menghancurkan tembok pembatas di dunia science dan social. Falling Walls Lab sendiri mengakomodasi setiap scientist muda dengan berbagai latar belakang untuk saling membagiakan ide brilliant mereka. Ide tersebut haruslah original, kreatif, inovatif, memiliki dampak besar secara positif yang dapat dirasakan untuk semua dan solutif untuk memecahkan masalah global yang dihadapi bersama. Tantangan sebenarnya dari kompetisi ini adalah peserta hanya memiliki waktu sekitar 3 menit untuk mengutarakan ide tersebut kepada setiap partisipan yang datang. Dalam 3 menit tersebut, peserta akan mempresentasikan ide selama 2.5 menit, dan 30 detik sisanya akan diberikan kepada panel juri untuk bertanya. Ada banyak juri dengan latar belakang ilmu berbeda yang siap untuk mengkritisi ataupun bertanya mengenai ide yang kita sampaikan. Dari sinilah forum Falling Walls Lab menjadi acara forum bergengsi tempat setiap peneliti muda bisa memiliki kesempatan besar pertemu para pakar yang lain dan berdiskusi bersama. Ada banyak keuntungan menjadi partisipan di acara forum bergengsi ini. Keuntungan pertamaadalah kita akan diundang untuk diberikan kesempatan untuk membagikan ide brilliant yang dapat menjadi solusi untuk memecahkan masalah bersama. Forum tersebut juga akan mempertemukan setiap scientist muda yang memiliki visi yang sama untuk ikut berkontribusi positif, sehingga sangat diharapkan realisasi dari ide setiap partisipan menjadi lebih nyata. Dalam forum tersebut juga akan ada banyak pakar lain dengan berbagai fokus penelitian yang beragam, sehingga acara ini juga menjadi ajang untuk membangun relasi. Semua scientist dengan berbagai background research bisa mengikuti acara forum Falling Walls Lab, baik mahasiswa bachelor, master, PhD degree, maupun setiap entrepreneurs, engineers, dan young professionals. Batas umur aplikan adalah minimal 18 tahun. Dalam acara Falling walls Lab kemarin yang diadakan di Sendai, beberapa warga KMIS juga ikut serta berpartisipasi, diantaranya Halida Rahmania (Graduate School of Agricultural Science), Asya Fathya Nur Zakiah (Graduate School of Agricultural Science), Amalia Nur Kumalaningrum (Graduate School of Agricultural Science), dan Grasianto (Institute of Multidisciplinary Research for Advanced). Dalam acara tersebut, ada sedikitnya 28 orang yang ikut berpartisipasi untuk membagikan ide mereka. Falling Walls Lab Sendai diadakan pada tanggal 31 Agustus 2018 DI Katahira Campus, Tohoku University. Acara dimulai dengan pembukaan dan pengenalan kembali apa itu Falling Walls Lab. Selanjutnya 28 partisipan tersebut diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide mereka di depan panel juri selama 3 menit. Ada 7 panel juri yang akan mengkritisi dan bertanya lebih dalam mengenai ide yang direpresentasikan, diantaranya Prof. Jean-Yves CAVAILLÉ, Prof. Tadahiro Hayasaka, Dr. Mei Kobayashi, Prof. Masao Ogaki, Mr. Naoto Okihara, Prof. Noriko Osumi, dan Dr. Matthieu PY. Disela-sela waktu presentasi juga disediakan coffee break. Sesi inilah yang paling ditunggu, karena sesi ini dimanfaatkan setiap orang yang hadir untuk bisa saling berdiskusi dengan partisipan lain dengan suasana yang lebih santai. Di akhir acara, juri akan mengumumkan para pemenang. Para pemenang dari Falling Wall Lab Sendai kali ini adalah Yuri Sasaki sebagai juara ketiga dengan judul presentasi Breaking the Wall of Cycling Leg Fatigue, Fabien Dalsheimer sebagai juara kedua dengan ide presentasi Breaking the Wall of Heart Transplant Candidates’ Quality of Life, dan Yuanyuan Guo sebagai juara pertama dengan judul presentasi Breaking the Wall of Brain-Machine Interface. Spesial untuk tahun ini juga ada juara favorit hasil voting dari setiap partisipan (Audience award). Dia adalah Ronnapee Chaichaowarat dengan judul presentasi Breaking the Wall of Cycling Leg Fatigue. Keempat juara akan diterbangkan ke Berlin untuk mengikuti Forum final Falling Walls Lab yang akan mempertemukan semua scientist muda dari selutuh penjuru dunia. Tiga juara akan ikut serta dalam mempresentasikan kembali ide mereka, sedangnkan pemenang audience award juga diundang sebagai partisipan yang ikut serta menghadiri acara tersebut pada tanggal 8-9 November 2018 dengan akomidasi yang telah ditanggung oleh sponsorship. Tiga pemenang selanjutnya akan dipilih kembali dan akan memdapatkanuang tunai dan diberi kesempatan untuk mempresentasikan kembali ide mereka di Falling Walls Conference keesokan harinya. Ada beberapa hal yang bisa menjadi tips jika kalian tertarik untuk mengikuti ajang Falling Walls Lab kedepannya. Pastikan ide kalian original dan benar benar solutif dan aplikatif untuk memecahkan masalah. Karena waktu yang diberikan untuk mempresentasikan sangat sempit, pastikan jangan menggunakan kalimat yang berbelit. Ingat, partisipan yang hadir adalah dari banyak background studi, diusahakan gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua. Slide presentasi hanya boleh 3 slide (sudah termasuk judul), jadi pastikan kalian buat presentasi menarik dan sesimpel mungkin. Ada beberapa kriteria yang dilihat juri dari setiap presentasi yang ditampilkan : the breakthrough factor (apakah ide benar benar inovatif, aplikatif, original), relevansi dan impact dari ide tersebut, dan juga presenter dan cara presentasi itu sendiri. Yang paling penting adalah berlatih dan berlatih, ajak teman untuk ikut serta mengkritisi isi presentasi kalian, dan jangan lupa banyak berdoa. Semangat!

Related posts

Ahmad bin Fadhlan: Pembawa Islam ke Negeri Rusia

KMI Sendai

KMI Sendai 2018-2019: Sendai Berhijrah

KMI Sendai

Reportase Idul Adha di Sendai, Jepang

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.