Sikap muslim dalam bekerja dan berusaha

Dalam bekerja dan berusaha, apapun profesinya dilarang menyulitkan dan membuat masalah kepada orang lain. Alasannya adalah dampak kedzaliman yang terjadi dalam bekerja dan berusaha dapat merugikan orang banyak secara umum maupun merugikan individu.

Salah satu contoh yang termasuk dzalim yang potensial merugikan orang banyak adalah penimbunan bahan makanan, “Siapa saja yang menimbun makanan selama 40 hari, lalu menjualnya dengan harga mahal, sungguh ia telah mendurhakai Allah dan Allah pasti akan murka padanya.” Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Abu Manshur ad-Dailami dlm musnad al-firdaus dari Ali bn Abi Thalib radhiyallahu’anhu.

Ali radhiyallahu’anhu juga berkata, “Siapa saja yang menimbun makanan yang dbutuhkan orang banyak meski hanya sehari, agar dapat dijual dengan mahal, maka sudah tertutup kalbunya.”

Namun siapa yang menjauhkan diri dari sifat menimbun akan mendapatkan keutamaan pahala.

“Siapa saja yang mndptkan makanan yang dbutuhkan orang banyak lalu langsung menjualnya dengan harga yang sesuai kebutuhan pasar pada hari itu juga, sungguh ia seolah-olah telah bersedekah dengan makanan itu.” [HR. Ibnu Mardawaih dalam kitab tafsirnya dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu]

Dalam sebuah kisah saudagar shalih yang mengirimkan gandum satu kapal ke Basrah dan menyertakannya dengan surat kepada wakilnya agar segera menjualnya segera setelah tiba pada hari itu juga. Namun setelah tiba dan pihak perwakilan siap menjualnya datanglah beberapa teman yang menyarankan untuk menimbun. Gandum ditimbun selama satu minggu untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Pihak perwakilan saudagar shalih pun mengikuti saran ini.

Dan sudah tentu benar, keuntungan pun didapat berlipat. Lalu setelah terjual seluruhnya disuratilah tuannya sang saudagar yang shalih tentang keuntungan tersebut. Sang saudagar shalih pun segera membalasnya, “Aku tidak mau mmperoleh keuntungan besar dengan melanggar ketentuan agama, engkau telah menganiaya dirimu sendiri ke dalam kedzaliman. Bertobatlah, ambillah sluruh keuntungan itu, lalu sedekahkanlah kepada fakir miskin di wilayah Bashrah. Mudah-mudahan perbuatanmu itu diampuni oleh Allah Ta’ala.”

Berbuat dzalim, tidak adil dalam berusaha lalu dicontoh oleh orang lain akan melipatgandakan dosa pelaku pertama: “Siapa saja yang mncontohkan berbuat buruk, kemudian diikuti oleh orang lain, niscaya pelaku pertama akan mnerima dosa dari stiap pihak yang mencontohnya melakukan keburukan serupa, tanpa mengurangi dosa masing-masing pihak yang tlah mlakukannya.” [HR. Muslim dari Jarir bin Abdullah]

Allah akan mencatat amal manusia selama hidupnya berikut amal hasil perbuatannya yang diteruskan orang lain setelah ia mati: “Dan Kami tuliskan apa yang mereka telah kerjakan, berikut bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” [QS Yasin: 12]

“Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dahulu (pada saat berada di dunia) dan yg telah dikerjakannya kemudian.” [QS Al-Qiyamah: 13]

“Tidak suatu perkataan pun yang diucapkan manusia, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yg senantiasa mencatatnya.” [QS Qaf:18]

Bekerja dan berusahalah dengan jujur, tanpa berbohong dan menipu orang lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan: “Siapa saja yang menipu saudaranya sesama muslim, maka bukanlah ia termasuk golongan kami.” [HR Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

“Siapa saja yang berjual beli dengan jujur dan terus terang, Allah akan memberkahi jual-beli yang mereka lakukan (pembeli maupun penjualnya). Dan siapa saja yang berjual-beli dengan dusta serta menyembunyikan cacat pada barang dagangannya, maka kberkahan jual-beli akan dcabut dari sisinya.” [HR. Bukhari Muslim dari Hakim Ibnu Hazzam]

Hikmah yang dapat diambil oleh kita sebagai pelajar di sini adalah:

  1. Kita harus jujur dalam berusaha mendapatkan ilmu.
  2. Tidak merugikan orang lain dalam menjemput ilmu pengetahuan.
  3. Tidak menyembunyikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi orang banyak, apalagi dtimbun untuk diri sendiri saja.
  4. Tidak berlaku curang dengan mencuri hasil pekerjaan orang lain (plagiat)

Mudah-mudahan bermanfaat.

Barakallahu fiikum. Wallahu A’lam.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)