Kesuksesan Pemuda Muslim

successKesuksesan merupakan impian semua orang. Kebanyakan orang berpikir sukses dapat ditempuh saat sudah tua atau cukup umur. Namun, anggapan tersebut salah besar. Kesuksesan dapat kita rengkuh kapan saja bahkan saat usia muda. Kesuksesan bukan hanya sekadar sukses dunia, melainkan juga sukses akhirat.

Kesuksesan bukan dilihat dari berapa banyak materi, melainkan proses kesuksesan yang benar dan kebermanfaatan kesuksesan kita bagi dunia luar. Sukses yang hakiki yaitu sukses dengan jalan yang benar dan bukan mengambil segala cara untuk mencapai kesuksesan. Potret pemuda muslim zaman sekarang yang semakin rusak moralnya pasti menghambat untuk mencapai kesuksesan. Padahal, kunci kesuksesan adalah bekerja keras dan berpegang teguh pada Al-Quran serta As-Sunnah.

Banyak anak muda yang tidak dapat mencapai kesuksesan yang sesuai tuntunan Islam karena didikan yang salah sejak usia dini. Mereka saat usia dini dibiasakan untuk curang. Contoh saja saat ujian nasional, anak yang lebih pintar dipaksa gurunya untuk membagikan jawaban ke teman-teman yang lain. Ada oknum guru juga memberikan contoh yang salah seperti sengaja menyebarkan kunci jawaban untuk anak didiknya.

Selain salah didikan di lembaga pendidikan, ada sedikit kesalahan dari orang tua anak tidak membiasakan anak dengan kehidupan islami. Orang tua hanya peduli dengan pendidikan formal di sekolah, anak diikutkan bimbingan pelajaran matematika, IPA, bahasa Inggris, tetapi dalam pendidikan agama nol besar.

Orang tua wajib memberikan pendidikan agama, sesuai hadits dari Amru bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya radhiyallhu’anhu yang berkata, Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda:

Perintahkan anak-anakmu untuk melaksanakan shalat, ketika mereka sampai di usia 7 tahun, kemudian pukul mereka karena meninggalkan shalat jika telah sampai usia 10 tahun dan pisahkan diantara mereka di tempat tidurnya.
[HR. Abu Daud]

Makna hadits tersebut bukan hanya tentang orang tua memerintahkan anaknya shalat, tetapi secara tersirat orang tua wajib memberikan pendidikan agama.

Menjadi anak muda yang sukses harus pandai mengatur waktu. Sebenarnya Islam telah mengajarkan kita para pemuda untuk mengatur waktu salah satunya melalui ibadah shalat lima waktu. Secara tersirat kita dididik untuk shalat tepat waktu. Implementasinya di kehidupan agar kita komitmen dengan jadwal yang dibuat. Jadwal kegiatan sehari-hari ini dapat mencegah kita membuang waktu sia-sia karena anak muda zaman sekarang cenderung membuang-buang waktu dengan nongkrong, berfoya-foya, serta hal-hal tak berguna lainnya. Waktu akan sia-sia dengan kegiatan tak berguna macam itu seperti tersirat dalam Surat Al-Ashr.

Proses menuju kesuksesan harus benar dan tidak mengambil jalan yang salah atau mengambil segala cara untuk mencapai kesuksesan. Cara ini perlu dihindari, jangan kotori proses yang kita jalani. Kejujuran adalah kunci kesuksesan yang hakiki. Mungkin kenikmatan yang didapatkan oleh orang curang terasa indah, tetapi kenikmatan itu hanya sementara. Orang jujur akan menikmati buah kejujuran dan kesabaran berupa nikmat yang luar biasa indah dari Allah. Untuk orang fasik pasti ada balasan dari Allah, entah saat ini maupun nanti di akhirat.

Kesuksesan bukan hanya posisi di mana kita sekedar bisa menghasilkan uang saja, melainkan juga di banyak bidang, seperti pendidikan dan kesehatan. Pada akhirnya, kesuksesan merupakan kebermanfaatan kemampuan kita bagi lingkungan sekitar. Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda:

Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.
[HR. Thabrani dan Daruquthni]

Kontributor: Iqdamil Jihad

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)