Buljum 2016.3.25: Masuk Islamnya Bangsa Turk

“Demi Allah, sesungguhnya perkara yang kalian tidak sukai ini adalah perkara yang kamu keluar mencarinya, yaitu syahadah (gugur di medan perang di jalan Allah ). Kita itu tidak berjuang karena jumlah pasukan atau kekuatan. Kita berjuang untuk agama ini yang Allah telah memuliakan kita dengannya. Bergeraklah. Hanya ada salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau gugur (syahid) di medan perang.”  – Abdullah bin Rawahah di Perang Mu’tah, ketika Pasukan Muslim berhadapan dengan Pasukan Romawi yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Lanjut baca

Buljum 2016.2.12: Membina Diri Sendiri di Manapun Berada

Ada sebuah fragmen menarik dalam kisah kehidupan Rasulullah ﷺ. Hal ini terjadi setelah umat Islam dengan gilang gemilang meluluhlantakkan benteng Yahudi Khaibar yang merupakan ancaman bagi umat Islam saat itu dalam keterlibatan mereka pada pendanaan perang Khandaq. Ketika itu sepupu Rasulullah ﷺ—Ja’far bin Abi Thalib—bersama sekelompok sahabat kembali dari hijrahnya—ke negeri Habasyah—ke tengah-tengah masyarakat kaum muslimin di Madinah. Ketika itu Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku bingung apa yang membuat senang diriku, apakah karena menangnya kita di Khaibar ataukah kembalinya kaum muslimin dari Habasyah.”

Lanjut baca

Buljum 2016.1.22: Islam, Pembangunan, dan Bencana Akibat Ulah Manusia

Pada kesempatan kali ini, penulis tertarik untuk mengulas salah satu artikel ilmiah dalam sebuah jurnal yang berkaitan dengan tema riset penulis saat ini, yaitu mengenai konsep pembangunan dan kebencanaan. Menariknya, penulis artikel ini meninjau konsep industrialisasi dan bencana, khususnya bencana yang  diakibatkan oleh manusia, dengan konsep Islam. Sementara riset dalam bidang ilmu pembangunan maupun kebencanaan pada umumnya lebih mengacu kepada konsep teknis administratif. Judul asli artikel ini adalah, “Revisiting the Concept of Development, Disaster and Safety Management: The Quranic Perspective”. Paper ini ditulis Azizan Ramli, Mazlin Mokhtar dan Badhrulhisham Abdul Aziz dan diterbitkan di International Journal of Disaster Risk Reduction.

Lanjut baca

Buljum 2016.1.1: Mengingatkan dari Kekufuran

Perbuatan seperti apakah yang termasuk ke dalam kekufuran? Apakah aqidah yang salah berarti kufur? Seperti apakah aqidah yang benar? Aqidah umat Islam Sunni (ahlussunnah waljamaah) pun sangat luas variasinya. Satu hal yang menyatukan Sunni adalah ijma bahwa Sahabat adalah umat terbaik yang telah membawa Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ kepada kita. (Yasir Qadhi)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya. Karena itu kita harus berhati-hati dalam mengkafirkan orang lain.

Lanjut baca

Catatan Kajian Mengenali dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia

Alhamdulillah pada hari Senin, 5 Mei 2014, bertepatan dengan salah satu hari libur dalam rangkaian Golden Week di Jepang, KMI-S dapat menyelenggarakan kajian spesial dengan tema “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia.” Kajian ini disampaikan langsung oleh salah satu Ketua harian MUI Pusat, Al-Ustadz (Prof. Dr.) Yunahar Ilyas, yang membidangi Divisi Kajian dan Penelitian MUI Pusat.

kmis-5mei2014

Lanjut baca

Kajian Spesial KMI-S Golden Week 2014: Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah

Alhamdulillah, pertemuan dwi-bulanan KMI-Sendai insya Allah akan kembali diadakan pada hari Senin, 5 Mei 2014 (masa liburan Golden Week), pukul 12:00 – 17:00 JST, bertempat di Tohoku University International House 2 Sanjomachi, Sendai. Pertemuan kali ini sangat spesial dengan pemateri Ustadz Prof. Yunahar Ilyas, salah satu pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Insya Allah beliau akan memaparkan materi berkenaan dengan penyimpangan-penyimpangan syi’ah (khususnya di Indonesia) dan cara menyikapinya.

kmis-gw2014

Lanjut baca

Kompetisi Penulisan Artikel Islami 2014

KMI-S insya Allah kembali mengadakan Kompetisi Penulisan Artikel Islami. Peserta harus menuliskan artikel Islami karya sendiri, bukan hasil jiplakan, dan tidak pernah dimuat/dipublikasi pada media lainnya (baik cetak maupun elektronik).

Tema tulisan: “How to be a successful muslim youth”

Tulisan akan diunggah ke situs KMI-S. Peserta bebas menyebarluaskannya melalui media sosial di internet.

Pendaftaran dan pengiriman tulisan paling lambat 31 Januari 2014 ke alamat e-mail:
muslimsendai[at]gmail[dot]com

Lomba Artikel 2014

Kompetisi Penulisan Artikel Islami 2013

KMI-S insya Allah mengadakan Kompetisi Penulisan Artikel Islami. Peserta harus menuliskan artikel Islami yang orisinil, bukan hasil jiplakan, dan tidak pernah dimuat/dipublikasi pada media lainnya (baik cetak maupun elektronik).

Tema dan jenis tulisan: BEBAS

Tulisan akan diunggah ke website KMI-S dan salah satu poin pentingnya adalah statistik jumlah pembacanya selama 1 bulan (Januari 2013). Peserta bebas menyebarluaskannya melalui media sosial di internet.

HADIAH:

Juara 1. Kindle Paper white
Juara 2. Ipod shuffle
Juara 3. Buku “Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources “

Kriteria Penilaian:

  • Statistik pembaca
  • Orisinalitas tulisan
  • Tata bahasa, meliputi susunan kalimat, penyingkatan/penggunaan ejaan kata, dan penggunaan tanda baca
  • Kreativitas tulisan
  • Objektivitas tulisan
  • Ketepatan dalil yang terdapat dalam tulisan peserta, baik dari Al-Quran maupun hadits.

Pendaftaran dan pengiriman tulisan paling lambat 1 Januari 2013 ke alamat email:
muslimsendai[di]gmail[dot]com

Seluruh peserta diharapkan untuk mendaftarkan dirinya pada dokumen berikut ini.

Update!

Kompetisi telah dimulai per 1 Januari 2013. Seluruh tulisan peserta telah diunggah di laman berikut: http://kmi-s.ppisendai.org/category/kompetisikmis/

Pergerakan Islam dan “Creative Minority”

Untuk rekan-rekan KMI-S yang insyaAllah mendambakan kejayaan dan kemajuan Islam, mendambakan semakin mendominasinya kebaikan /al-Haq diatas kebathilan, dalam tulisan ini akan diberikan beberapa kutipan dari buku Dr. Umar Chapra yang bisa dikunjungi pada laman Muslim Civilization: Causes of Decline and the Need for Reform. Kita coba ambil juga pelajaran yang sesuai dengan kondisi kita saat ini.

Di bab terakhir berjudul “The Need for Reform” beliau memberikan subjudul “The Role of Islamic Movements”. Singkatnya dalam poin-poin berikut ini:

Their first and foremost priority needs be to educate people about the high moral standards that Islam expects from its followers.

This is the stepping-stone for the Islamization of their societies, without this, the light that they wish to project to their societies will not have the lustre that is needed. (lustre = kilau)

The Islamic state they wish to establish is not possible without the minimum level of moral uplift that Islam envisages.

If they can succeed in changing the character of a sufficient minority, the rest will tend to follow.

– The Qur`an states: “How often has a small group overcome, by the will of God, a large one” / (wa kam min fi-atin qoliilatin gholabat fi-atan katsiratan bi-idznillah) [QS Al Baqarah ayat 249]

– Toynbee has also asserted that: “All growth originates with creative individuals or small minorities of individuals, and their tasks is… the conversion of the society to this new way of life.” (dari buku Toynbee, Arnold J. (1957), A Study of History, abridgement by D.C. Somervell (London: Oxford Univ. Press).

Once the creative minority has shown its worth, the rest of the people will find it worthwile to follow them.

The immediate task of the Islamic movements is, therefore, to establish their worthiness, and to gain respect and regard for themselves among not only their own masses but also around the world. Lanjut baca

Satu lagi remaja Jepang masuk Islam

Namanya Miura-san, asli orang Sendai. Pertama kali penulis berkenalan dengannya tiga bulan yang lalu. Saya kaget karena umurnya masih 18 tahun. Umur yang sangat ideal untuk berfoya-foya. Namun, pencari kebenaran ini haus sekali akan informasi tentang Islam. Dia datang ke masjid berjalan kaki dengan masih memakai seragam SMA. Saya tanya bagaimana kamu menemukan Masjid Sendai?

Saya berbincang-bincang dengannya seputar mengapa dia tertarik masuk Islam. Sejak duduk di TK dia sudah tertarik dengan cerita tentang sejarah, ya sejarah apa saja. Setelah masuk SD, mulailah dia mengenal pelajaran sejarah lebih terperinci. Begitu masuk SMP dia mulai tertarik dengan sejarah Islam. Demikian juga setelah masuk SMA dia tekuni pelajaran tersebut. Lanjut baca