Buljum 2017.10.6: Seputar Tentang Halal-Haramnya Makanan

Sebagai sebuah negara dimana rakyatnya mayoritas nonmuslim, hidup di Jepang tentunya rasanya sangat berbeda dengan hidup di Indonesia. Salah satunya merupakan makanan yang tersedia di sekitar kita, dimana daging babi tidak jarang digunakan sebagai lauk, makanan-makanan yang mengandung daging sangat jarang bersertifikasi halal, dan bahan-bahan khamr terkadang juga digunakan sebagai bumbu masak, sehingga kita sepatutnya selalu waspada dalam memilih makanan, terutamanya di negeri minoritas muslim seperti Jepang ini. Dalam kesempatan ini, penulis ingin membahas tentang seputar halal-haramnya makanan, terutama yang sering kita hadapi di dalam keseharian di luar Indonesia, mudah-mudahan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk memakan makanan dari rizki Allah SWT yang baik-baik.

Lanjut baca

BBQ 2015.12.20: Meninggalkan Harta yang Haram

meninggalkan-harta-haram

Alhamdulillah pada hari Ahad, 20 Desember 2015, telah dapat dilangsungkan kajian BBQ (Belajar Bareng Quran) kembali bersama Ustadz Ammi Nur Baits (pengelola Situs Konsultasi Syariah). BBQ adalah kajian ikhwan KMI-S yang biasanya diadakan setiap hari Ahad dua pekan sekali yang di antaranya diisi dengan tilawah Al-Quran para peserta dan materi ringkas dari Ustadz Ammi. Hidangan sedap dari tuan rumah alhamdulillah semakin menambah lezatnya kajian ini. Terima kasih untuk Keluarga Nailul yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menjamu para peserta, jazaahumullaahu khairan.

Pada pertemuan BBQ ini, Ustadz Ammi mengangkat tema “Meninggalkan Harta yang Haram”. Maha Suci Allah yang telah menciptakan agama Islam sebagai bimbingan bagi umat manusia. Allah juga yang memberikan cobaan-cobaan kepada manusia untuk menguji kesabaran mereka. Ada sebuah kisah tentang kaum ‘Ad, yaitu suatu kaum yang tinggal pada masa Nabi Hud. Mereka merasa bahwa merekalah umat yang terkuat. Akibatnya, mereka pun sombong dan menyimpang dari ajaran Allah. Maka, Allah Subhanaahu wa Ta’ala pun membinasakan mereka. Ada pula cobaan untuk bani Israil berupa wanita, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita.” [H.R. Muslim: 2742]

Pada zaman ini, manusia menghadapi sebuah cobaan baru, yaitu harta. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ

Sesungguhnya bagi setiap umat ada cobaan, dan cobaan bagi umatku adalah harta.” [HR. At-Tirmidzi dari Ka’ab bin ‘Iyadh radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 592]

Tidak jarang ada manusia yang tidak peduli apakah harta yang ia dapatkan itu halal atau haram, padahal harta yang haram dapat berdampak berbahaya bagi manusia. Ada yang beralasan bahwa sekarang untuk mencari harta yang halal itu susah, dan dikarenakan kondisinya darurat, tidak apa-apa memakan makanan yang haram. Sebenarnya itu tipuan iblis belaka.

Mari kita lihat beberapa cara agar lebih mudah untuk meninggalkan hal-hal yang haram, terutama dalam masalah harta. Lanjut baca

Makanan halal di Gyomu Supa

Alhamdulillah, varian makanan halal semakin banyak dan mudah ditemukan di Kota Sendai, salah satunya di Gyomu Supermarket (業務スーパー). Lokasi paling dekat dari Sendai station adalah 業務スーパー 仙台一番町店 (Gyomu Supermarket Ichibancho, Lantai B1). Foto pintu masuknya seperti di bawah ini.

Pintu masuk supermarket

Pintu masuk supermarket.

Di Gyomu Supa, ada beberapa makanan berlabel halal yang dapat dengan mudah ditemukan. Bahkan, ada satu (mie goreng) yang berlabel halal MUI. Lanjut baca

Asal bukan babi?

Bismillahirrahmanirrahim,

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Q.S. Al-Baqarah: 172-173]

Makanan merupakan hal sederhana yang bisa menjadi sangat kompleks ketika kita menyederhanakannya (baca: menyepelekannya), kenapa? Berikut ini kami uraikan secara ringkas agar menjadi pengingat bagi kita semua. :) Lanjut baca