Buljum 2015.9.4: Kerjaku, Ibadahku, Surgaku

Pekerjaan apa yang tepat untuk saya? Apakah pekerjaan ini benar-benar sesuai untuk saya? Halalkah pekerjaan saya ini? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang kerap dipikirkan masyarakat usia produktif. Hal ini lazim berlaku bagi yang hendak mencari kerja maupun yang sedang dirundung kegalauan atas pekerjaanya sekarang.

Mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar, perkembangan karier yang cerah, dan pada perusahaan yang memiliki nama yang baik di masyarakat adalah beberapa kriteria yang banyak orang tetapkan dalam mencari pekerjaan. Apakah itu salah? Tidak. Mendapatkan nominal gaji tertentu, kemudian membandingkan dengan biaya hidup yang dibutuhkan membantu kita menyeleksi perusahaan mana saja yang kira-kira bisa memberi kehidupan yang layak pada karyawannya. Dengan usia yang relatif masih muda, yang berarti puncak karier masih jauh di atas sana, kita juga perlu memastikan tempat kita bekerja menjadi sebuah tangga yang bisa kita daki. Tidak hanya perusahaan saja yang berhak menyaring calon karyawan yang dianggap memiliki kompetensi. Setiap pekerja juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan tempat kerja yang baik.

Lanjut baca

Buljum 2015.8.28: Menuntut Ilmu Sebagai Mahasiswa di Jepang

Cukup banyak anggota komunitas Muslim di Sendai adalah mahasiswa di Tohoku University, termasuk penulis. Tulisan ini hanyalah sebagai catatan dan pengingat untuk para penuntut ilmu, khususnya untuk penulis sendiri, mengenai proses menuntut ilmu sebagai mahasiswa di Jepang.

Setiap orang mempunyai tujuannya masing-masing dalam menuntut ilmu. Ada yang menuntut ilmu untuk mencari ijazah demi mendapatkan kesempatan meraih penghasilan yang lebih tinggi di masa depan. Ada yang menuntut ilmu untuk memuaskan rasa ingin tahu, mencari jawaban untuk berbagai persoalan hidup. Ada juga yang berniat untuk memajukan negara dengan ilmunya. Atau ada juga yang sekedar mengikuti arus orang-orang di sekelilingnya. Dan bermacam tujuan-tujuan lainnya.

Apapun tujuan kita mencari ilmu, perlu diperhatikan bahwa dalam Islam, hukum mencari ilmu adalah wajib, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits terkenal dari Anas bin Malik dan beberapa sahabat lainnya.

عن أنس بن مالك , قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : طلب العلم فريضة على كلّ مسلم

“Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (Shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 223. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Karena itu, bagi seorang muslim, mencari ilmu bisa menjadi suatu bentuk ibadah, dan inilah yang seharusnya menjadi tujuan utama kita dalam mencari ilmu, sebelum tujuan-tujuan lainnya.

Lanjut baca

Kesuksesan Pemuda Muslim

successKesuksesan merupakan impian semua orang. Kebanyakan orang berpikir sukses dapat ditempuh saat sudah tua atau cukup umur. Namun, anggapan tersebut salah besar. Kesuksesan dapat kita rengkuh kapan saja bahkan saat usia muda. Kesuksesan bukan hanya sekadar sukses dunia, melainkan juga sukses akhirat.

Kesuksesan bukan dilihat dari berapa banyak materi, melainkan proses kesuksesan yang benar dan kebermanfaatan kesuksesan kita bagi dunia luar. Sukses yang hakiki yaitu sukses dengan jalan yang benar dan bukan mengambil segala cara untuk mencapai kesuksesan. Potret pemuda muslim zaman sekarang yang semakin rusak moralnya pasti menghambat untuk mencapai kesuksesan. Padahal, kunci kesuksesan adalah bekerja keras dan berpegang teguh pada Al-Quran serta As-Sunnah. Lanjut baca

Wahai Pemuda nan Himmah, Engkau Dirindukan

Niatku: Taat kepada perintah Allah, “Dan hendaklah kalian berjihad di jalan-Nya” [Q.S. Al-Maaidah: 35]

Semangatku: Berupaya dalam kesungguhan dalam melayani agamaku, agama Allah

Tekadku: Aku akan tekuk lututkan orang-orang kafir dengan tentaraku, tentara Allah

Pikiranku: Terpusat pada pembebasan, atas kemenangan dan kejayaan, dengan kelembutan Allah

Jihadku: Dengan jiwa dan harta dan apa yang tersisa di dunia setelah ketaatan pada perintah Allah

Kerinduanku: Perang dan perang, ratusan ribu kali untuk mendapatkan ridha Allah

Harapanku: pertolongan dan kemenangan dari Allah, dan ketinggian Negara ini atas musuh-musuh Allah

Syair yang mewakili suatu himmah atau kemauan kuat untuk menggapai yang dicitakan, terpatri dalam jiwa seorang pemuda dengan seizin Allah Ta’ala. Siapa yang tidak bergetar hatinya ketika mendengar sosok pemuda yang semenjak usia belia 6 tahun, sudah begitu merindukan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam. Merindu untuk menyaksikan kabar gembira yang Allah Turunkan kepada ummatnya melalui lisan Rasulullah bahwa salah satu kota peradaban besar manusia, Konstantinopel yang bergelar “The Gates of The East and West” atau “The City with Perfect Defense (kini Istanbul)” akan dibebaskan oleh kaum muslimin. Lanjut baca

Paths under the Shade

In the following hadith, the messenger of Allah may peace be upon him narrated the seven categories of Muslim that will be given shelter by Allah The Most Merciful.

There are seven whom Allah will shade in His Shade on the Day when there is no shade except His Shade: a just ruler; a youth who grew up in the worship of Allah, The Mighty and Majestic; a man whose heart is attached to the mosques; two men who love each other for Allah’s sake, meeting for that and parting upon that; a man who is called by a woman of beauty and position [for illegal intercourse], but be says: ’I fear Allah’; a man who gives in charity and hides it, such that his left hand does not know what his right hand gives in charity; and a man who remembered Allah in private and so his eyes shed tears. [Narrated by Abu Hurairah, collected in Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim]

The importance of young generation is shown in the Arab spring. We can see that youth incomprehension of international world has become an unprecedented mobilization. Unlike in many Western countries in general, Muslim youth are not looked as a problem population, they are the future of Islam. It is not surprising that Allah The Perfectly Wise gives preferences to righteous young as equal to a just ruler. The impact that can be created by Muslim youth can shake the establishment. [M. A. Bamyeh, Contemporary Sociology: A Journal of Reviews January 2012 vol. 41 no. 1 85-87] Lanjut baca

Mental Sejati Pemburu Ilmu

ilmuSalah satu kualitas pemuda muslim yang sukses adalah mencintai ilmu. Tentu saja, untuk sampai pada keadaan “jatuh cinta”, sudah pula ia memiliki mental sejati pemburu ilmu. Imam Syafi’i rahimahullah memberikan 6 nasihat kepada para penuntut ilmu, yang tanpanya ilmu tidak akan dapat diperoleh: 1) Kecerdasan, 2) Semangat, 3) Kesungguhan, 4) Kesediaan mengeluarkan uang, 5) Bersahabat dengan alim ulama atau para guru, dan 6) Waktu yang lama.

Inilah mental sejati yang seharusnya dimiliki oleh para pemburu ilmu. Ia sudah selayaknya rela berpeluh, berpayah-payah penuh ghirah (semangat) dan kesungguhan. Lanjut baca

Hijrah, kaum Suffah, dan sifat dermawan

Ketika Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam tiba di Yatsrib (Madinah), beliau dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi karena sebagian besar muslim yang hijrah ke Madinah datang tanpa sedikit pun membawa harta mereka. Memang benar sebagian dari mereka adalah pedagang dengan kekayaan yang tidak sedikit, tetapi dalam keadaan yang tertekan oleh Quraisy mereka tidak dapat membawa serta harta mereka.

Untuk mengatasi persoalan ini, Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam mengambil beberapa langkah strategis. Pertama, kaum Muhajirin (orang-orang yang hijrah dari Makkah menuju Madinah) akan dipersaudarakan dengan kaum Anshar (warga asli Madinah). Kaum Anshar kemudian memberikan kaum Muhajirin tempat bernaung dan makanan. Namun, jumlah kaum Muhajirin terus bertambah di luar kemampuan kaum Anshar memberikan akomodasi bagi saudaranya ini. Solusi lainnya dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Lanjut baca

Bank Syariah: Apakah Benar-benar Syar’i?

ekonomi-syariahCatatan: Tulisan ini adalah opini pribadi. Penulis bukanlah orang yang memiliki kompetensi yang cukup untuk menentukan fatwa apakah operasional Bank Syariah halal atau haram. Studi kasus ke setiap Bank diperlukan untuk menentukan kehalalannya, karena termin dan klausul perjanjian setiap Bank berbeda-beda.

Bank syariah belakangan ini menjadi fenomena di dunia finansial dan perbankan. Dengan menganut sistem yang berbeda dari bank biasa (bank konvensional), Bank syariah turut disebut-sebut sebagai jawaban atas semrawutnya sistem perbankan di seluruh dunia. Banyak pakar berpendapat perbankan syariah memiliki karakteristik berupa less heat, maka dari itu sistem ini tahan menghadapi krisis. Sistem perbankan konvensional dan berbagai instrumen keuangan yang aneh-aneh dituduh sebagai biang kerok berbagai krisis keuangan yang terjadi, dengan krisis finansial yang terkini adalah subprime mortgage crisis di Amerika tahun 2008.

Total aset dan total dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat (istilahnya “Dana Pihak Ketiga”) oleh Bank Syariah semakin bertambah dari tahun ke tahun dengan sangat cepat. Profesor Celia de Anca, pakar Islamic Banking dari IE Business School, Madrid, menyatakan bahwa dari tahun 2006-2010, total aset bank-bank syariah di seluruh dunia tumbuh 23,46% per tahun (compound annual rate). Data dari majalah perbankan terkemuka The Banker menyatakan bahwa total aset di dalam industri perbankan syariah mencapai US$ 895 miliar di tahun 2010. Di Indonesia sendiri industri ini juga berkembang dengan cepat dengan rata-rata pertumbuhan industri ini mencapai 40,2% per tahun, dikutip dari pernyataan Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budihargo. Beliau juga menyatakan bahwa per 2012, total aset bank syariah adalah sebesar 4,2% dari total aset perbankan secara keseluruhan.

Namun di balik itu semua timbul pertanyaan, apakah bank-bank syariah sudah pantas menyandang titel “syariah” yang selalu mereka pakai untuk menarik nasabah? Apakah semua operasional bank syariah sudah benar-benar mengikuti kaidah syariah dan aturan-aturan Islam? Lanjut baca

Galau gundah gulana

Galau Gundah Gulana

Galau Gundah Gulana

Saudaraku, Pernahkah kau terjatuh? Merasa rapuh bersama perjalanan waktu? Galau gundah gulana? Pernahkah engkau mengalami keadaan yang sulit, berbagai cobaan datang silih berganti, bermacam musibah datang menghantam tanpa ampun? Pernahkan kau menghadapi keadaan, yang mana daya upaya, berbagai cara, segala macam ikhtiar dan do’a telah kau panjatkan, akan tetapi permasalahan tak kunjung terselesaikan? Yang tersisa hanyalah kepasrahan atas segala kehendak-Nya, yang menyelimuti hati dan pikiran, pernahkah? Lanjut baca