Buljum 2016.6.3: Sungai-Sungai Surga di Dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

فُجِّرَتْ أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ مِنَ الْجَنَّةِ: الْفُرَاتُ، وَالنِّيلُ، وَسَيْحَانُ، وَجَيْحَانُ

“Ada empat sungai yang dialirkan dari surga, yaitu sungai Efrat, Nil, Saihan dan Jaihan.” [HR. Ahmad]

Sungai adalah sebuah fitur geografis dan keindahan alam yang sangat penting bagi manusia di dunia. Di akhirat pun, sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, suatu ciri khas dari surga yang sangat ditekankan adalah sungai-sungai yang mengalir dibawahnya (jannatin tajri min tahtihal anhar). Ada berbagai ayat di dalam Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan mengenai ciri-ciri sungai di surga. Di antaranya, sungai yang mengalirkan berbagai kelezatan seperti susu, madu, dan khamr. Lanjut baca

Buljum 2016.4.8: Pelajaran dari Mu’adz bin Jabal

Pada suatu hari di masa-masa akhir kehidupan Rasulullah ﷺ, beliau ﷺ berbicara dengan seorang pemuda yang hendak dikirim ke Yaman untuk menyebarkan dakwah islam. Dialog tersebut adalah mengenai salah satu dasar dalam penentuan tingkatan hukum islam yang berdasarkan pada Kitabullah Al-Quran, Sunnah Rasul dan Ijtihad Ulama Salafush-Shalih. Pemuda tersebut ialah Mu’adz Bin Jabal.

Lanjut baca

Buljum 2016.3.11: Mungkin Itu Lebih Baik Bagi Kita

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Quran,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْ‌هٌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تَكْرَ‌هُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ‌ لَّكُمْ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ‌ لَّكُمْ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” [QS. Al-Baqarah: 216] Lanjut baca

Buljum 2016.2.5: Memaknai Waktu

وَالعَصرِ إِنَّ الإِنسانَ لَفي خُسرٍ إِلَّا الَّذينَ آمَنوا وَعَمِلُوا الصّالِحاتِ وَتَواصَوا بِالحَقِّ وَتَواصَوا بِالصَّبرِ

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.” [QS. Al-‘Ashr: 1-3]

Lanjut baca

Buljum 2016.1.15: Menghindarkan Kerusakan dari Muka Bumi

Pada pertengan tahun 2015, bencana kebakaran hutan yang hebat menimpa Indonesia dan menyebabkan berbagai kerugian baik materi maupun non-materi. Dunia mengecam bencana antropogenik (pencemaran yang timbul karena adanya campur tangan manusia) ini yang menewaskan setidaknya 19 jiwa dan menyebabkan lebih dari 500.000 jiwa terkena penyakit ISPA. Selain itu, kebakaran hutan ini menghasilkan konsentrasi gas CO (karbon monoksida) yang sangat tinggi, yaitu sebesar 1.300 ppb (part per billion), sedangkan pada kondisi normal konsentrasi rata-rata CO di Indonesia adalah sebesar 100 ppb. Lanjut baca

Buljum 2016.1.1: Mengingatkan dari Kekufuran

Perbuatan seperti apakah yang termasuk ke dalam kekufuran? Apakah aqidah yang salah berarti kufur? Seperti apakah aqidah yang benar? Aqidah umat Islam Sunni (ahlussunnah waljamaah) pun sangat luas variasinya. Satu hal yang menyatukan Sunni adalah ijma bahwa Sahabat adalah umat terbaik yang telah membawa Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ kepada kita. (Yasir Qadhi)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya. Karena itu kita harus berhati-hati dalam mengkafirkan orang lain.

Lanjut baca

Buljum 2015.11.13: Makna Kehidupan

Seorang ulama bijak berkata, “Apapun cita-cita yang ingin seseorang capai, dan betapapun usaha dan kerja keras yang diusahakan, serta waktu-waktu yang dialokasikan untuk mendapatkannya, tetap seseorang akan menjemput kematiannya”. Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan  almarhum adalah keniscayaan gelar setiap individu, entah dia orang kaya, miskin, berpendidikan ataupun tidak, besar maupun kecil, semuanya akan memperoleh gelar tersebut cepat atau lambat.

يا قَومِ إِنَّما هٰذِهِ الحَياةُ الدُّنيا مَتاعٌ وَإِنَّ الآخِرَةَ هِيَ دارُ القَرارِ

“Hai kaumku, sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) sedangkan akhirat itulah negeri yang kekal.” [QS. Ghafir: 39]

Lanjut baca

Buljum 2015.9.25: Mengambil Hikmah dari Sebuah Pengorbanan

Kamis, 24 September 2015, atau 10 Dzulhijjah 1436 H yang lalu kita telah sama-sama merayakan Idul Adha.  Hari dimana kita berkurban, berbondong-bondong menunjukkan ketaatan kita pada Allah ﷻ. Berbondong-bondong kita lepaskan ikatan dengan harta yang kita cintai demi ketaatan pada Allah ﷻ. Kita rela mengeluarkan sejumlah besar uang untuk membeli hewan kurban, yang berlipat harganya dibanding hari-hari lainnya. Karena semua itu bukan karena uang, akan tetapi upaya untuk menunjukkan ketaatan pada-Nya, Sang Robb Semesta Alam.

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu  dan sembelihlah kurban.” [QS. Al-Kautsar: 1-2]

Lanjut baca

Buljum 2015.9.18: Safar: Berjalan, Melihat dan Menafsir

قُل سيروا فِي الأَرضِ فَانظُروا كَيفَ بَدَأَ الخَلقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنشِئُ النَّشأَةَ الآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ

Katakanlah berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al Ankabut : 20]

فَإِذا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانتَشِروا فِي الأَرضِ وَابتَغوا مِن فَضلِ اللَّهِ وَاذكُرُوا اللَّهَ كَثيرًا لَعَلَّكُم تُفلِحونَ

Maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing), dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan), supaya kamu berjaya (di dunia dan di Akhirat). [QS. Al-Jumu’ah : 10]

هُوَ الَّذي جَعَلَ لَكُمُ الأَرضَ ذَلولًا فَامشوا في مَناكِبِها وَكُلوا مِن رِزقِهِ ۖ وَإِلَيهِ النُّشورُ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. [QS. Al-Mulk : 15]

Salah satu anjuran agama yang sering terlupakan adalah melakukan safar, atau perjalanan. Anjuran ini memiliki pesan yang kuat dan mendalam, agar kita bisa memetik hikmah dan pemahaman yang mendasar dari perjalanan yang kita tempuh, untuk menjalankan fungsi kita, baik secara individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Lanjut baca

Buljum 2015.8.21: Pernikahan Nabi Musa ‘Alayhissalam

Banyak kisah mengenai kaum terdahulu tertulis dalam Al-Quran untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia, khususnya umat muslim. Bahkan Rasulullah ﷺ juga mendapat pelajaran dari kisah para nabi terdahulu “…Musa menderita lebih dari ini namun dia sabar” (HR Muslim 5: 2315). Kita sebagai bagian dari umat muslim juga harus mencari hikmah dari kisah-kisah nabi terdahulu yang Allah ceritakan dalam Quran. Salah satu dari sekian banyak ceritera tersebut adalah kisah pernikahan Nabi Musa as, yang terangkum dalam surah Al-Qasas ayat 14-28.

Lanjut baca