Buljum 2016.5.6: Tanggung Jawab Membangun Peradaban

Pendidikan merupakan faktor penting dan berpengaruh besar dalam membangun sebuah peradaban. Melalui pendidikan yang berkualitas, sebuah bangsa yang semula tertinggal dapat menjadi sebuah bangsa yang maju. Sebaliknya, sebuah bangsa yang kualitas pendidikannya rendah, maka niscaya bangsa tersebut akan menjadi bangsa yang tertinggal. Membangun peradaban suatu bangsa berarti membangun anak-anak bangsa. Sebagai generasi penerus dan kunci masa depan suatu bangsa, proses pendidikan anak dan generasi muda perlu menjadi perhatian. Lanjut baca

Buljum 2016.4.1: Pasangan yang Membawa Keberuntungan Pernikahan

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

تُنْكَحُ المَرْأةُ لأَرْبَعِ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وجَمَالِهَا ولِدِيْنِهَا فَاظْفَرْ بِذاتِ الدين تَرِبَتْ يَدَاك

“Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, kau) termasuk orang yang merugi.” [HR. Bukhari 5/1958]

Lanjut baca

Buljum 2015.9.25: Mengambil Hikmah dari Sebuah Pengorbanan

Kamis, 24 September 2015, atau 10 Dzulhijjah 1436 H yang lalu kita telah sama-sama merayakan Idul Adha.  Hari dimana kita berkurban, berbondong-bondong menunjukkan ketaatan kita pada Allah ﷻ. Berbondong-bondong kita lepaskan ikatan dengan harta yang kita cintai demi ketaatan pada Allah ﷻ. Kita rela mengeluarkan sejumlah besar uang untuk membeli hewan kurban, yang berlipat harganya dibanding hari-hari lainnya. Karena semua itu bukan karena uang, akan tetapi upaya untuk menunjukkan ketaatan pada-Nya, Sang Robb Semesta Alam.

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu  dan sembelihlah kurban.” [QS. Al-Kautsar: 1-2]

Lanjut baca

Buljum 2015.8.21: Pernikahan Nabi Musa ‘Alayhissalam

Banyak kisah mengenai kaum terdahulu tertulis dalam Al-Quran untuk menjadi pelajaran bagi umat manusia, khususnya umat muslim. Bahkan Rasulullah ﷺ juga mendapat pelajaran dari kisah para nabi terdahulu “…Musa menderita lebih dari ini namun dia sabar” (HR Muslim 5: 2315). Kita sebagai bagian dari umat muslim juga harus mencari hikmah dari kisah-kisah nabi terdahulu yang Allah ceritakan dalam Quran. Salah satu dari sekian banyak ceritera tersebut adalah kisah pernikahan Nabi Musa as, yang terangkum dalam surah Al-Qasas ayat 14-28.

Lanjut baca

Kriteria Calon Pasangan

“Lelaki yang terencana tahu persis wanita seperti apa yang dia perlukan, karenanya tak perlu pacaran dengan alasan perkenalan” -Ust. Felix Siauw-

Awalnya adalah Kriteria

Seperti disebutkan dalam kutipan di atas, juga dibahas dalam buku-buku yang memaparkan tentang pernikahan dalam Islam, menyiapkan kriteria calon pasangan adalah termasuk dalam persiapan yang mula-mula. Idealnya, setiap pribadi muslim terutama yang telah baligh dan siap menikah, sudah memiliki visi tentang hidupnya, tentang jalan apa yang akan ia pilih dalam peran menjadi khalifah-Nya. Jadi ilmuwan misalnya, atau pebisnis, atau da’i di pedalaman, atau apa saja yang berada dalam ridha-Nya.

Setelah visi tentang diri mantap terencana, yang ditetapkan selanjutnya adalah visi pernikahan, menentukan tujuan apa yang ingin dicapai bersama pasangan. Dalam pemenuhan tujuan inilah, penetapan kriteria menjadi penting. Analoginya seperti akan membeli komputer misalnya, mengetahui dengan jelas spesifikasi yang dibutuhkan akan membantu kita untuk menghemat waktu dalam memilih produk, juga mencegah kita dari jebakan promosi produk yang tidak diperlukan. Dalam hal mencari calon pasangan, memulainya dengan fokus pada kriteria yang dibutuhkan juga diharapkan akan membantu untuk lebih menjaga kebersihan hati; dibandingkan dengan memulai dengan fokus pada satu sosok yang belum tentu menjadi jodohnya nanti. Lanjut baca