Buljum 2017.10.6: Seputar Tentang Halal-Haramnya Makanan

Sebagai sebuah negara dimana rakyatnya mayoritas nonmuslim, hidup di Jepang tentunya rasanya sangat berbeda dengan hidup di Indonesia. Salah satunya merupakan makanan yang tersedia di sekitar kita, dimana daging babi tidak jarang digunakan sebagai lauk, makanan-makanan yang mengandung daging sangat jarang bersertifikasi halal, dan bahan-bahan khamr terkadang juga digunakan sebagai bumbu masak, sehingga kita sepatutnya selalu waspada dalam memilih makanan, terutamanya di negeri minoritas muslim seperti Jepang ini. Dalam kesempatan ini, penulis ingin membahas tentang seputar halal-haramnya makanan, terutama yang sering kita hadapi di dalam keseharian di luar Indonesia, mudah-mudahan bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk memakan makanan dari rizki Allah SWT yang baik-baik.

Lanjut baca

Makanan halal di Gyomu Supa

Alhamdulillah, varian makanan halal semakin banyak dan mudah ditemukan di Kota Sendai, salah satunya di Gyomu Supermarket (業務スーパー). Lokasi paling dekat dari Sendai station adalah 業務スーパー 仙台一番町店 (Gyomu Supermarket Ichibancho, Lantai B1). Foto pintu masuknya seperti di bawah ini.

Pintu masuk supermarket

Pintu masuk supermarket.

Di Gyomu Supa, ada beberapa makanan berlabel halal yang dapat dengan mudah ditemukan. Bahkan, ada satu (mie goreng) yang berlabel halal MUI. Lanjut baca

Asal bukan babi?

Bismillahirrahmanirrahim,

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Q.S. Al-Baqarah: 172-173]

Makanan merupakan hal sederhana yang bisa menjadi sangat kompleks ketika kita menyederhanakannya (baca: menyepelekannya), kenapa? Berikut ini kami uraikan secara ringkas agar menjadi pengingat bagi kita semua. :) Lanjut baca