Buljum 2016.4.15: Menggapai Ridha Allah

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang yang beriman mengharapkan ridha Allah. Bagaimana cara menggapai ridha Allah? Bagaimana mengetahui Allah ridha pada kita? Maka perhatikanlah keridhaan kita kepada Allah!

رَضِيَ اللَّهُ عَنهُم وَرَضوا عَنهُ ُ

Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. [QS. Al-Bayyinah: 8]

Lanjut baca

Buljum 2016.3.18: Identitas Seorang Muslim

Apakah bedanya seorang muslim dengan manusia lainnya? Seorang manusia mendefinisikan dirinya dengan ras, kebangsaan, sebuah identitas yang seorang manusia dapatkan ketika dia lahir dan melekat hingga ajalnya. Seperti orang Jepang yang mendapatkan “identitas”-nya karena dilahirkan oleh orang tua yang berdarah Jepang atau seperti orang Amerika Serikat yang mendapatkan “identitas”-nya karena ia dilahirkan di dalam wilayah Negeri Paman Sam. Di sisi lain, seorang muslim mendefinisikan dirinya dengan sebuah jalan hidup yang telah ia pilih, yaitu Islam.

Lanjut baca

Buljum 2016.1.29: Islam Bukan Agama Prasmanan

Prasmanan, adalah sebuah istilah yang tidak asing di telinga kebanyakan kita. Yakni cara menjamu makan dengan mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yang sudah ditata secara menarik di beberapa meja. Mana yang ia suka; ia ambil. Sebaliknya yang tidak ia suka; ia tinggalkan. Model penyajian makanan seperti ini banyak ditemukan dalam resepsi pernikahan dan yang semisal. Prasmanan dalam pandangan Islam boleh-boleh saja. Tentu selama yang disajikan adalah makanan dan minuman yang halal, serta tidak berlebih-lebihan. Lantas mengapa artikel ini berjudulkan, “Islam bukan agama prasmanan”? Jawabannya karena sebagian kaum muslimin menyikapi ajaran Islam seperti prasmanan. Alias, mana ajaran yang ia suka; ia pakai. Adapun ajaran yang tidak ia sukai; maka ia tinggalkan. Pola prasmanan dalam beragama seperti ini tidak bisa diterima dalam Islam. Lanjut baca

Buljum 2016.1.1: Mengingatkan dari Kekufuran

Perbuatan seperti apakah yang termasuk ke dalam kekufuran? Apakah aqidah yang salah berarti kufur? Seperti apakah aqidah yang benar? Aqidah umat Islam Sunni (ahlussunnah waljamaah) pun sangat luas variasinya. Satu hal yang menyatukan Sunni adalah ijma bahwa Sahabat adalah umat terbaik yang telah membawa Islam dan sunnah Rasulullah ﷺ kepada kita. (Yasir Qadhi)

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa yang berkata kepada saudaranya “hai kafir”, maka ucapan itu akan mengenai salah seorang dari keduanya. Karena itu kita harus berhati-hati dalam mengkafirkan orang lain.

Lanjut baca

BBQ 2015.11.01: Tafsir Surat At-Tiin

at-tiin

Alhamdulillah pada Ahad 1 November 2015 telah dapat dilangsungkan kajian BBQ (Belajar Bareng Quran) kembali bersama Ustadz Ammi Nur Baits (pengelola Situs Konsultasi Syariah). BBQ adalah kajian ikhwan KMI-S yang biasanya diadakan setiap hari Ahad dua pekan sekali yang di antaranya diisi dengan tilawah Al-Quran para peserta dan materi ringkas dari Ustadz Ammi. Hidangan sedap dari tuan rumah alhamdulillah semakin menambah lezatnya kajian ini. Jazaakallahu khairan kepada Sdr. Angga Hermawan yang kali ini telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk menjamu para peserta.

Pada sesi BBQ kali ini Ustadz Ammi membahas tafsir Surat At-Tiin. Surat At-Tiin digolongkan sebagai surat Makkiyyah. Perlu dicatat bahwa pembagian ini bukan berdasarkan tempat, melainkan berdasarkan periode kenabian. Jika dibagi menurut tempat turunnya surat tersebut, pembagian Makkiyyah dan Madaniyyah saja belum cukup karena ada beberapa surat dan ayat yang diturunkan ketika Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam berada di luar kota Makkah dan Madinah. Surat ini terdiri dari 8 ayat yang ringkas dan padat makna. Lanjut baca