• Home
  • Tanya KMIS
  • Tanya KMIS: Bagaimana jika menerima info halal tidaknya suatu makanan dari non-muslim?
Tanya KMIS

Tanya KMIS: Bagaimana jika menerima info halal tidaknya suatu makanan dari non-muslim?

IlustrationIlustration

Bagaimana hukum makanan yang telah dijamin tidak mengandung bahan-bahan haram oleh orang non muslim yang sudah kita percaya? Artinya dia sudah memiliki pemahaman syarat makanan halal yang cukup. Apakah kita bisa menggunakan informasi tersebut sebagai dasar?

Jawaban:

Bismillaah, alhamdulillaah washshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Mengenai hukum makanan dan minuman dari nonmuslim ada beberapa kaidah umum yang perlu diperhatikan:

i. Hukum asal makanan dan minuman adalah halal, kecuali yang diharamkan.
ii. Makanan yang dibolehkan bagi seorang muslim adalah yang halal lagi baik (thayyib).
iii. Allah itu Thayyib dan hanya menerima yang thayyib.
iv. Hendaklah menghindari segala sesuatu yang syubhat (meragukan).
v. Kita menghukumi sesuatu dari zhahirnya yang dapat diketahui.
vi. Dibolehkan memakan sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani, pada zaman apapun).

Dengan menerapkan kaidah di atas, apabila kita percaya pada seorang nonmuslim dan juga zhahir yang kita dapati dari mereka adalah orang yang memang dapat dipercaya, maka kita ambil yang tampak jelas. Kita bisa memastikan dari mereka bahwa makanan yang disajikan adalah yang halal lagi thayyib, makanan berasal dari zat yang tidak haram, tidak mengandung yang haram, tidak didapat dari jalan yang haram.

Jika dapat dipastikan seperti itu, insyaallah tidak mengapa memakan apa yang diberikan mereka. Namun, tetap perlu diingat bahwa kepercayaan seperti ini kepada nonmuslim tidak boleh menjadikan posisi mereka lbih baik dari seorang muslim (meskipun yang muslim itu berbohong) karena bagaimanapun keislaman lebih baik dari kekafiran.

Adapun kesalahan seorang muslim seperti berbohong itu tetap dihukumi dosa. Misalnya seorang muslim pedagang bakso mencampur daging sapi dengan daging babi lantas menjualnya pada kita, lantas kita tidak bertanya lagi dan memakan begitu saja, maka si pedagang ini mendapatkan dosa, sementara kita yang memakan sesuatu yang haram itu tidak berdosa karena tidak tahu.

Referensi lebih lanjut:

https://bimbinganislam.com/hukum-diberi-makanan-dari-non-muslim/

Fatwa Ulama: Hukum Makan Di Restoran Jepang Atau Cina

Dijawab oleh Ustadz Fata Fahmi (Ketua Bidang Ibadah Keluarga Masyarakat Islam Indonesia)

Related posts

Tanya KMIS: Bolehkah memberikan makanan yang tidak halal kepada kawan non-muslim?

KMI Sendai

Tanya KMIS: Menyumbangkan Mushaf Al-Qur’an Yang Sudah Tak Terpakai

KMI Sendai

Tanya KMIS: Bolehkah Shalat Jumat Hanya Dengan Dua Orang dan Tidak Dilaksanakan Di Masjid?

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.