Makanan Halal Tanya KMIS

Teliti Dalam Memilih Makanan

Sampai sejauh apa kita harus mencari tahu komposisi makanan yang mau kita makan terkait halal tidaknya? Misalnya beli soba di kantin kampus, secara pribadi menentukan hanya berdasarkan daftar bahan alergen yang tertera, tanpa mencari tahu sampai detail. Atau kadang-kadang berdasarkan penglihatan dan asumsi bahwa makanan tersebut “halal”.

Jawaban oleh Ustadz Fata Fahmi:

Bismillaah walhamdulillaah washshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.
Amma ba’du.

Mengenai makan dan minum, seorang muslim dituntut wajib memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsinya itu halal dan thayyib. Selain itu perlu juga menunjukkan rasa syukur serta dan tidak mengikuti langkah-langkah syaithan. (cek Surah Al-Baqoroh: 164, 172).

Melaksanakan perintah Allah, secara umum harus sesuai kemampuan yang sebaik-baiknya, termasuk dalam hal memilih makanan dan minuman. Kita perlu memastikan apa yang kita makan dan kita minum adalah yang halal lagi thayyib, terlebih lagi di negara asing yang bukan negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim.

Di negeri asing seperti itu, termasuk Jepang, ketika memungkinkan bagi kita meneliti komposisi maupun cara membuat sebuah produk, maka harus kita teliti. Jika dilihat dari komposisi dan keterangan yang bisa dibaca sudah jelas apa saja bahan yang digunakan, setidaknya kita bisa menilai produk itu halal (+thayyib) atau tidak. Namun, jika dari komposisi kurang jelas kehalalannya, tanyakanlah pada produsen (kalau memang masih berharap mengonsumsinya), atau langsung hindari.

Setelah kita memastikan komposisi suatu produk sesuai kemampuan kita (semaksimal/seoptimal mungkin), selanjutnya kita menentukan pilihan apakah akan mengonsumsinya atau tidak, ini kembali pada pilihan masing-masing. Dan tentunya setiap diri akan mempertanggungjawabkan setiap pilihan yang diambil di akhirat nanti.

Satu hal yang perlu diperhatikan, kehati-hatian dalam mengambil yang halal, meninggalkan yang haram dan syubhat (meragukan) adalah jalan selamat menyelamatkan diri kita dari kehancuran, dari penyakit, dari api neraka, dan menjadikan kedudukan kita lebih mulia di sisi Allah.

Ada baiknya jika kita tidak dalam keadaan darurat atau terpaksa mengonsumsi makanan maupun minuman tertentu yang masih “abu-abu” komposisinya (misalnya berdasarkan daftar alergen seharusnya oke, tetapi ada orang lain yang terpercaya bertanya pada produsen ternyata tercampur bahan haram), lebih utama untuk menghindarinya.

Mari kita selalu selektif dalam memilih makanan serta minuman yang kita konsumsi, untuk kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Wallahu A’lam.

Lihat juga:
https://rumaysho.com/13083-tidak-ada-sertifikat-halal-pastikah-haram.html
https://rumaysho.com/2185-pengaruh-makanan-yang-haram.html
https://almanhaj.or.id/4178-dahsyatnya-bahaya-memakan-harta-haram.html

Catatan: Pencantuman beberapa situs web di atas sekadar memudahkan pembaca awam saja. Insyaallah sumber-sumber tersebut sudah konsisten dengan kaidah-kaidah fiqh dalam Alquran dan Assunnah. Situs-situs itu juga merujuk pada kitab-kitab induk serta kumpulan fatwa ulama yang dapat dipelajari oleh penuntut ilmu lebih lanjut.

 

*Ustadz Fata Fahmi merupakan Ketua Bidang Ibadah Keluarga Masyarakat Islam Indonesia sekaligus staf pengajar di Sekolah Republik Indonesia Tokyo

Related posts

Tanya KMIS: Bagaimana jika terlanjur memberikan makanan yang tidak halal kepada kawan?

KMI Sendai

Shalat dalam kendaraan atau berhenti dulu di tempat terbuka

KMI Sendai

Informasi Untuk Warga Muslim Baru di Sendai

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.