• Home
  • Tanya KMIS
  • Tanya KMIS: Bolehkah Shalat Jumat Hanya Dengan Dua Orang dan Tidak Dilaksanakan Di Masjid?
Tanya KMIS

Tanya KMIS: Bolehkah Shalat Jumat Hanya Dengan Dua Orang dan Tidak Dilaksanakan Di Masjid?

Sumber: alhakam.org

Bagaimana hukumnya menyelenggarakan shalat jumat hanya dengan 2 orang dan di tempat yang bukan masjid? Misalnya di tempat kerja atau di atas kapal? Sebab sulit untuk trainee untuk terus-menerus datang ke masjid yang lokasinya jauh (lebih dari 1 jam perjalanan 1 arah), sementara pekerjaan tidak bisa ditinggalkan untuk waktu yang lama.

Jawaban:

Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Mengenai shalat Jumat, dalam pelaksanaanya setidaknya kita menimbang dua hal.

Pertama kewajiban (siapa yang wajib) dan kedua sahnya pelaksanaan shalat.

Shalat Jum’at sudah kita ketahui bersama hukum asalnya adalah suatu kewajiban.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)

Mengenai wajibnya, shalat ini diwajibkan bagi: (1) orang yang mukim (bukan musafir), (2) pria, (3) sehat, (4) merdeka, dan (5) selamat dari lumpuh (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 27: 198-199).

Sementara itu, dari segi pelaksanaannya, agar bisa dikatakan sah, shalat Jumat harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Ada khutbah jumatnya (memenuhi syarat dan rukun khutbah).
  2. Dilakukan berjamaah, ulama dari madzhab Hambali dan Syafi’i mensyaratkan 40 orang minimalnya disebut berjamaah shalat Jum’at. Meskipun demikian, ada pendapat menyatakan sahnya jamaah shalat Jum’at dengan 2 orang saja (satu imam/khatib dan satu makmum), dan ini pendapat yang bisa diterima.
  3. Tersiarkan, dikelola atau diimami oleh orang yang mukim. Artinya, kalaupun tidak ada “masjid resmi”, shalat Jumat ini harus diimami oleh orang yang mukim di area itu di tempat yang menetap.
  4. Cukup satu jamaah saja dalam satu negeri/kampung.

Sekarang kita menimbang diri kita dengan syarat wajib dan sahnya pelaksanaan di atas, apakah masuk kategorinya. Jelaslah bahwa kalau kita sedang di tempat yang tidak ada orang mukim yang mengelola shalat Jum’at secara rutin, seperti tempat kerja kita di Jepang misalnya, maka kita tidak terkena kewajiban shalat Jumat. Yang wajib adalah shalat Zhuhur 4 rakaat. Lakukanlah shalat zhuhur berjamaah di tempat kerja berdua jika memang hanya ada dua orang. Jika bisa ke masjid, tentu itu lebih baik, silakan shalat Jum’at di masjid bersama orang-orang yang mukim.

Selanjutnya, terkait hukum shalat Jum’at di kapal, secara umum hampir sama keadaannya dengan kondisi di atas. Syarat wajib dan sahnya shalat Jum’at tidak terpenuhi. Jangan memaksakan shalat Jum’at di kapal karena tidak akan sah. Lakukanlah shalat zhuhur normal 4 rakaat atau dengan qashar 2 rakaat mengingat status yang sedang safar (karena tidak mungkin kita berstatus mukim di atas kapal).

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad. Walhamdulillah, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Dijawab oleh Ustadz Fata Fahmi (Ketua Bidang Ibadah Keluarga Masyarakat Islam Indonesia)

Bacaan lebih lanjut:
– https://rumaysho.com/2174-syarat-sah-shalat-jumat.html
– https://rumaysho.com/2023-hukum-shalat-jumat-di-kapal.html

Related posts

Tanya KMIS: Bagaimana jika terlanjur memberikan makanan yang tidak halal kepada kawan?

KMI Sendai

Tanya KMIS: Bekerja di Tempat Yang Menjual Makanan Haram

KMI Sendai

Tanya KMIS: Bolehkah memberikan makanan yang tidak halal kepada kawan non-muslim?

KMI Sendai

Leave a Comment

:D :) :( :eek: :o :-S 8) :oops: ;-( :lol: :| :x :P :mrgreen: :wink: :dizzy: :roll: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: 0==(D)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.